DP2KBP3A Subang Fokus pada Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

SUBANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang memfokuskan program tahun 2026 pada penguatan layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kepala DP2KBP3A Subang, Dr. Drs. H. Yayat Sudrajat, M.Si., melalui Kepala Bidang KB, dr. Nadia, Jumat (3 April 2026), mengatakan penguatan layanan tersebut dilakukan sejak awal tahun hingga memasuki kuartal kedua 2026.
“Pada tahun 2026, DP2KBP3A Subang fokus pada penguatan layanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang atau MKJP. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga,” ujar dr. Nadia.
Ia menjelaskan, pelayanan KB MKJP pada Maret hingga April 2026 diarahkan pada kegiatan pelayanan KB serentak yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Subang. Program tersebut merupakan lanjutan dari pelayanan KB serentak awal tahun 2026.
Menurutnya, layanan MKJP lebih difokuskan pada penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD atau spiral, implan, Metode Operasi Wanita (MOW), dan Metode Operasi Pria (MOP).
“Pelayanan serentak ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif dan efisien,” katanya.
Selain itu, DP2KBP3A Subang juga memprioritaskan peningkatan jumlah peserta KB baru MKJP guna menekan angka unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi di masyarakat.
DP2KBP3A Subang: Penguatan Layanan KB Strategi Pengendalian Penduduk
dr. Nadia menilai, penguatan layanan KB menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian penduduk di Kabupaten Subang pada 2026. Dengan meningkatnya peserta KB aktif, diharapkan kualitas kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat juga semakin baik.
Untuk mendukung program tersebut, DP2KBP3A Subang mengoptimalkan peran Balai Penyuluhan KB di lapangan. Petugas penyuluh diterjunkan secara masif untuk menjangkau keluarga sasaran hingga ke tingkat desa.
“Balai Penyuluhan KB menjadi ujung tombak pelayanan dan edukasi kepada masyarakat. Kami terus mendorong petugas di lapangan agar aktif memberikan sosialisasi serta pendampingan kepada pasangan usia subur,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, DP2KBP3A Subang juga mendorong percepatan pemanfaatan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pelayanan MKJP di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
Melalui optimalisasi program tersebut, DP2KBP3A berharap pelayanan KB di Kabupaten Subang semakin merata dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana.(red)
