DP2KBP3A Subang Intensifkan Pendampingan Keluarga untuk Tekan Stunting dan Tingkatkan Kualitas Keluarga

SUBANG – DP2KBP3A Subang terus mengintensifkan pendampingan keluarga melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) guna mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas keluarga di berbagai wilayah.
Plt Kepala Bidang Ketahanan Keluarga, Ida Farida, Senin (27 April 2026), mengatakan fokus utama program tersebut mencakup edukasi, konseling, dan pengawasan bagi calon pengantin, ibu hamil, serta baduta dan balita. Pendampingan dilakukan secara aktif dan berkelanjutan untuk memastikan keluarga mendapatkan pemahaman yang baik terkait kesehatan, gizi, dan pola pengasuhan anak.
DP2KBP3A Subang Kerahkan Tim Pendamping Keluarga
Menurutnya, Tim Pendamping Keluarga terdiri atas unsur bidan, kader PKK, dan kader KB yang ditempatkan di desa dan kelurahan. Tim tersebut bertugas memberikan edukasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap sasaran yang berisiko stunting di 30 kecamatan, 245 desa, dan 8 kelurahan di Kabupaten Subang.
“Pendampingan dilakukan secara langsung kepada masyarakat agar upaya pencegahan stunting bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Ida Farida.
Ia menjelaskan, pendampingan terhadap calon pengantin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah lahirnya kasus stunting baru. Dalam program tersebut, calon pengantin mendapatkan pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, hingga pencatatan data melalui aplikasi Elsimil.
Selain itu, DP2KBP3A juga menjalankan Program Bina Generasi Remaja (GenRe) untuk mematangkan usia perkawinan serta memberikan edukasi kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Program Bina Keluarga Balita (BKB) juga terus diperkuat agar orang tua memiliki pemahaman yang baik dalam pola asuh anak sejak usia dini.
Upaya lainnya dilakukan melalui revitalisasi Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang dijadikan pusat intervensi terpadu dalam pengendalian penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk lebih aktif dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Di sisi lain, DP2KBP3A turut memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak melalui konseling psikologis serta pendampingan hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum maupun korban kekerasan.
Pendampingan keluarga tersebut diharapkan mampu menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga). Pemerintah Kabupaten Subang pun menargetkan tercapainya zero new stunting atau tidak adanya kasus stunting baru di daerah tersebut.(red)
