Eep Hidayat Pertanyakan Komitmen Restorasi NasDem, Minta DPP Tegas Sikapi Kasus Pergeseran Suara

PASUNDANEKSPRES.ID - Mantan Bupati Subang yang juga Ketua DPD Partai NasDem Subang, Eep Hidayat, mempertanyakan komitmen partainya terhadap jargon Gerakan Restorasi Indonesia.
Ia menilai Partai NasDem belum menunjukkan sikap tegas dalam menyikapi kasus dugaan pergeseran suara di internal partai.
Eep mengaku menjadi korban dari praktik kecurangan tersebut, yang diduga melibatkan oknum di KPU Kabupaten Majalengka dan KPU Jawa Barat. Kasus itu, kata Eep, telah terbukti melalui putusan sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Hasil sidang pertama DKPP, Ujang Bey terbukti ditambah suaranya di KPU Jawa Barat sebanyak 4.015 suara,” ujar Eep Hidayat kepada Pasundan Ekspres, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, pada sidang kedua DKPP juga ditemukan tambahan 3.025 suara untuk Ujang Bey. “Totalnya lebih dari 7.000 suara yang direkayasa,” ungkapnya.
Eep menyayangkan sikap Partai NasDem yang dinilainya tidak konsisten menegakkan aturan internal partai. Menurutnya, meski sudah terbukti melalui lembaga resmi, Ujang Bey tetap dipertahankan sebagai anggota DPR RI.
“Aturan partai tegas melarang pergeseran suara dengan sanksi pemecatan dan tidak diusulkan untuk dilantik. Tapi mengapa Ujang Bey masih dipertahankan?” tegas Eep.
Eep pun meminta klarifikasi langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Bappilu DPP NasDem Prananda Surya Paloh terkait penerapan aturan tersebut.
“Apakah aturan itu tidak berlaku bagi mereka yang dekat dengan elit partai? Karena kedekatan dengan Saan Mustopa, Ujang Bey tetap dihormati, padahal hasil pergeseran suara,” ujarnya.
Eep menilai, kasus ini menjadi ujian moral dan integritas bagi Partai NasDem dalam membuktikan komitmen terhadap nilai-nilai restorasi yang selalu digaungkan.
“Langkah Partai NasDem terhadap hasil sidang DKPP akan membuktikan apakah mereka benar-benar menjalankan restorasi atau hanya slogan. Selama Ujang Bey masih dipertahankan, semua itu cuma omong kosong,” katanya.
Eep menegaskan, perjuangannya bukan soal kursi DPR RI, melainkan soal keadilan dan integritas politik.
“Saya ingin keadilan ditegakkan. Kalau partai bicara restorasi, buktikan dalam tindakan, bukan hanya pidato,” pungkasnya.(cdp/ded)
