Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Festival Gandrung Mulasara 2025, Apresiasi Inovasi Tatanen di Bale Atikan Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
Festival Gandrung Mulasara 2025, Apresiasi Inovasi Tatanen di Bale Atikan Purwakarta
Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Self Learning Institute menyelenggarakan Festival Gandrung Mulasara Tahun 2025, Selasa (30/12/2025).(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Self Learning Institute (SLI) resmi menyelenggarakan Festival Gandrung Mulasara Tahun 2025, Selasa (30/12/2025).

Festival ini adalah sebuah agenda strategis untuk mengapresiasi inovasi dan kreativitas satuan pendidikan dalam implementasi Program Tatanen di Bale Atikan (TdBA).

Kegiatan berlangsung pada 29 - 30 Desember 2025 di kawasan Komplek Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan Purnawarman Timur, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dr. Dede Supendi, M.Pd., mengatakan, festival ini menjadi ruang apresiasi sekaligus forum kurasi produk dan praktik baik satuan pendidikan dalam bidang pangan sehat, minuman alami hasil fermentasi, serta produk ramah lingkungan.

"Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran hidup sehat, kemandirian pangan, dan kepedulian ekologis di lingkungan sekolah," kata Dede kepada wartawan Pasundan Ekspres.

Dengan mengangkat tema "Manusa Linuhung Mulasara jeung Guguru ka Alam Ciptaan", Festival Gandrung Mulasara 2025 menegaskan komitmen Purwakarta dalam membangun karakter peserta didik yang berbudaya, berakhlak, dan selaras dengan alam.

"Tema ini mencerminkan filosofi TdBA yang menempatkan alam sebagai sumber pembelajaran utama dan budaya Sunda sebagai identitas pendidikan daerah," ujar Dede.

Selama dua hari pelaksanaan, festival ini diikuti lebih dari 390 peserta dari jenjang SD, dan SMP. Rangkaian kegiatan meliputi seminar, lokakarya tematik, demonstrasi praktik, serta pameran produk inovasi.

Beberapa bentuk kegiatan di antaranya, Seminar Gastronomi Sunda oleh Dr. Riadi Darwis. Adapula berbagai workshop seperti merangkai bunga, minuman fermentasi, hingga eco print.

Adapula workshop dances of universal peace, extended vocal activation, fun game for learning. Seluruh kegiatan berlangsung di area Galeri Mandalakarsa, Mandalawangi Hall, Area Rumput, dan Area Terakota.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kurasi dan penilaian stan kecamatan oleh tim TdBA. Produk yang dikurasi meliputi kategori makanan sehat, minuman fermentasi, serta eco-friendly product.

Bupati Purwakarta yang diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Mochamad Arif Budiman beserta Kepala OPD dan Camat serta jajaran tamu VVIP lainnya tampak hadir.

Hal ini menegaskan bentuk dukungan Pemkab Purwakarta terhadap penguatan ekosistem pembelajaran berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut Dede Supendi mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan sejumlah landasan regulasi.

Di antaranya, Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 103 Tahun 2021 tentang Tatanen di Bale Atikan dan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 49 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal TdBA.

Regulasi tersebut memastikan bahwa Festival Gandrung Mulasara berjalan secara akuntabel, terukur, dan sesuai sasaran.

"Festival ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi satuan pendidikan, memperkuat budaya hidup sehat dan ramah lingkungan, menghasilkan standar praktik baik yang dapat direplikasi di seluruh sekolah, serta mendukung ketahanan pangan sekolah berbasis sumber daya lokal," ucapnya.

Untuk diketahui, Festival Gandrung Mulasara 2025 ditutup dengan pengumuman pemenang lomba tingkat kecamatan, diikuti prosesi foto bersama seluruh panitia, peserta, dan jajaran Dinas Pendidikan.(add/sep)

Berita Terbaru

Glenn Pardede: Benih Tangguh Jadi Andalan Petani Hadapi Kemarau Panjang

Glenn Pardede: Benih Tangguh Jadi Andalan Petani Hadapi Kemarau Panjang

Purwakarta9 menit lalu
Ketua Komisi II DPR Protes Lambatnya Perizinan Lahan oleh BPN

Ketua Komisi II DPR Protes Lambatnya Perizinan Lahan oleh BPN

Nasional43 menit lalu
Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang1 jam lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional12 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang13 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang13 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang13 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle13 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang13 jam lalu