Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ketua Komisi II DPR Protes Lambatnya Perizinan Lahan oleh BPN

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|08:00 WIB
Bagikan:
Ketua Komisi II DPR Protes Lambatnya Perizinan Lahan oleh BPN
Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI pada Selasa (15/9). (Foto: Screenshot YouTube TV Parlemen)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda melayangkan protes terkait lambatnya proses persetujuan dan perizinan lahan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk program strategis pemerintah.

Hal itu disampaikan Rifqi saat memimpin Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Bank Tanah, serta para gubernur, bupati/wali kota dan sekretaris daerah se-Indonesia pada Selasa (15/9/2026) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Rifqi menyoroti kinerja dan realisasi program layanan di Kementerian ATR/BPN yang dinilai lamban sehingga koordinasi antara pemerintah daerah dan kantor pertanahan sering terhambat.

Salah satu hal yang disinggung dalam rapat tersebut terkait lambatnya proses persetujuan dan perizinan lahan.

"Daerah diminta untuk menyiapkan lahannya, daerah mencari lahan, sebagian mungkin harus melakukan penataan karena ada yang di kawasan hutan dan seterusnya termasuk kawasan transmigrasi, tetapi proses di Kementerian ATR-nya berlarut-larut," ucap Rifqi dalam rapat Komisi II DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Ia menyebut, hal itu terjadi pada proyek pembangunan markas Kodam TNI di daerah yang seharusnya berjalan lancar kemudian mandek karena hambatan birokrasi dari Kementerian ATR, meskipun anggaran pembangunan telah ada.

"Saya juga dapat laporan dari pimpinan Mabes TNI, Pak. Ini saya harus ngomong apa adanya. Di Mabes TNI sudah ada anggarannya untuk membangun Kodam, tetapi tanahnya tidak kunjung ditandatangani oleh saudara Menteri ATR/BPN untuk kemudian diperuntukkan. Padahal tanah ini hanya tinggal persetujuan Menteri ATR," ujarnya.

Berkaca dari kasus tersebut, Rifqi mendorong penyederhanaan regulasi dan mendesak agar kewenangan perizinan tidak sepenuhnya terpusat di tingkat kementerian.

"Pak Wamen, tolong mulai hari ini coba peraturan Menteri ATR itu diubah aja lah. Yang begitu-begitu cukup di Kakanwil aja, ngapain sampai kementerian," katanya.

(inm)

Berita Terbaru

Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis,  Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis, Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Nasional1 jam lalu
“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

Headline2 jam lalu
BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang13 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang13 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini16 jam lalu
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle16 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle16 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional17 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga17 jam lalu