Jadi Ancam Infrastruktur Jalan Jalur Perbatasan Subang, Warga Tanjungsiang Keluhkan Truk Tambang dari Sumedang

PASUNDANEKSPRES.ID - Jalan di jalur perbatasan Subang dinilai terancam rusak oleh aktivitas truk pengangkut material tambang yang melintas di wilayah Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, menuai keluhan dari warga.
Truk-truk tersebut diketahui berasal dari wilayah Kabupaten Sumedang dan kerap melintasi jalur perbatasan Subang–Sumedang untuk mengangkut hasil tambang.
Salah satu warga Tanjungsiang, Ahmad, mengungkapkan keresahannya terhadap maraknya kendaraan berat yang melintas hampir setiap hari. Menurutnya, selain jumlahnya yang cukup banyak, truk-truk tersebut juga dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Banyak sekali truk bermuatan hasil tambang dari Sumedang yang lewat sini. Kadang mereka seperti ‘ngantay’ di jalan, jadi mengganggu pengguna jalan lain,” ujarnya kepada wartawan Pasundan Ekspres, Senin (4/5/2026).
Jalan Jalur Perbatasan Subang Terancam Rusak
Ahmad menjelaskan, Kecamatan Tanjungsiang merupakan wilayah perbatasan antara Subang dan Sumedang. Namun, ia mempertanyakan alasan truk-truk pengangkut material tersebut justru memilih melintasi wilayah Subang, padahal aktivitas tambang berada di Sumedang.
“Yang jadi pertanyaan, materialnya diambil dari Sumedang, tapi jalurnya lewat Subang. Apakah ada kontribusi untuk pendapatan daerah Kabupaten Subang? Kalau tidak ada, ini jelas merugikan,” katanya.
Ahmad juga menyoroti kendaraan yang melintas sebagian besar menggunakan pelat nomor luar daerah, khususnya pelat “Z” yang mengindikasikan kendaraan berasal dari wilayah lain. Hal ini, menurutnya, semakin menambah kerugian bagi daerah.
“Sudah lewat gratis, kendaraan juga bukan dari Subang, berarti pajaknya juga tidak masuk ke Subang,” tambahnya.
Selain persoalan kontribusi daerah, warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap infrastruktur jalan. Truk bermuatan berat dinilai berpotensi merusak jalan yang baru saja diperbaiki.
Ahmad menyebutkan, jalan di wilayah tersebut merupakan salah satu yang dibangun dan diperbaiki dalam program pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi.
“Kalau truk-truk ini terus lewat, jalan yang sudah bagus bisa rusak lagi. Sayang sekali, padahal baru dibangun,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Subang maupun Provinsi Jawa Barat, dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengatur lalu lintas kendaraan berat tersebut. Salah satunya dengan menetapkan jalur khusus atau pembatasan tonase agar tidak merusak jalan.
Selain itu, warga juga mendorong adanya koordinasi antar daerah, khususnya antara Subang dan Sumedang, agar aktivitas pengangkutan material tambang tidak merugikan salah satu pihak.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan, baik dari sisi keselamatan maupun kondisi jalan,” kata Ahmad.(hdi)
