Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kaleidoskop Subang 2025: Kasus Dugaan Keracunan MBG: 11 Siswa di Subang Mengeluh Mual dan Muntah

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|13:00 WIB
Bagikan:
Kaleidoskop Subang 2025: Kasus Dugaan Keracunan MBG: 11 Siswa di Subang Mengeluh Mual dan Muntah
Kaleidoskop Subang 2025: Kadinkes Subang, dr. Maxi melihat langsung kondisi siswa diduga keracunan MBG di Puskesmas Rawalele

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 11 murid SDN Rawalele di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah saat berada di lingkungan sekolah pada Kamis (25/9/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.

“Siswa SDN Rawalele mengeluh mual dan muntah dari sekolahnya. Tentunya kita akan mengambil sampel apakah betul-betul ini dari MBG-nya atau ada hal lain,” terangnya kepada awak media Kamis (25/9/2025) di Puskesmas Rawalele.

Dari 480 siswa yang ada, 11 orang dilaporkan mengalami keluhan mual dan muntah. “Jumlahnya ada 11 siswa dari kelas yang berbeda. Saat ini kondisi mereka sudah membaik, tidak ditemukan lagi gejala dehidrasi maupun kejang,” ujarnya.

Penanganan segera dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Rawalele. Hingga Kamis siang (25/9/2025), tercatat dua siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas, satu siswa dirujuk ke rumah sakit, sementara enam siswa lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Meski kondisi para siswa menunjukkan perbaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

“Penyebab masih kami lihat lagi dan akan mengambil sampel makanan untuk memastikan apa penyebabnya,” tutup Maxi.

Kepala SDN Rawalele, Yanti Mala mengungkapkan kronologis awal mula siswa mulai mengalami gejala keracunan.

“Awalnya seperti biasa kami menerima menu MBG itu pukul 8.00 WIB, karena kami enggak mau nunda-nunda takut keburu basi. Jadi kita langsung berikan ke anak-anak jam 09.00 WIB,” ucapnya.

Setelah para peserta didik menerima menu MBG tersebut, beberapa jam kemudian anak-anak baru mulai nampak bergejala.

“Guru-guru beri tahu saya ada yang bergejala itu sekitar pukul 10.00 WIB, anak-anak merasakan pusing, bahkan muntah tiga sampai lima kali. Ada 3 anak yang enggak makan menu juga ikut muntah karena liat temannya muntah, tapi itu enggak sampai di bawa ke Puskesmas,” ucapnya.

Meskipun demikian, sampai dengan Kamis pukul 16.00 WIB, anak-anak yang dirawat di Puskesmas telah dinyatakan boleh pulang.

Merespon adanya dugaan keracunan menu MBG, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Nunung Suryani dan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono langsung melakukan pengecekan ke SPPG Dawuan Kaler pada pada Kamis (25/9/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Nunung Suryani menyayangkan kejadian ini terjadi juga di Subang. “Tentunya sangat disayangkan ini terjadi juga di Subang,” ucapnya.

Dirinya berharap kejadian ini adalah yang terakhir kalinya di Kabupaten Subang. “Semoga ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Kabupaten Subang,” ucapnya.

Adapun menu yang dihidangkan di SDN Rawalele pada Kamis (25/9/2025) di SPPG Dawuan Kaler yakni nasi putih, ikan fillet crispy, tempe goreng, tumis pakcoy jagung, dan jeruk.

Diketahui SPPG Dawuan Kaler ini di bawah Yayasan Bandung Barat Mania, mereka menyediakan 1845 porsi makanan basah untuk satuan pendidikan, serta 1.491 porsi makanan kering untuk ibu menyusui. Dengan begitu total makanan yang disediakan yakni 3.336 porsi per harinya.

Kepala SPPG Dawuan Kaler, Rizal mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu mengenai penyebab keracunan tersebut.

“Sementara ini kita masih menunggu hasil dari Labkesda mengenai kejadian dugaan keracunan di SDN Rawalele ini,” ucapnya.

Oleh sebab itu, SPPG Dawuan Kaler untuk sementara tidak menyiapkan menu MBG di wilayahnya. “Karena masih menunggu hasil Labkesda, sementara untuk besok kita tidak dulu beroperasi,” ucapnya.

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta3 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang3 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga4 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle5 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang5 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle5 jam lalu