Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Komunitas lingkungan Raksabuana Parahyangan Subang Targetkan Tanam Sejuta Pohon di DAS Cipunagara

H
Hadi MartadinataEditor: Dede SM
|20:00 WIB
Bagikan:
Komunitas lingkungan Raksabuana Parahyangan Subang Targetkan Tanam Sejuta Pohon di DAS Cipunagara
Ketua Raksabuana Parahyangan Gigin Fajar Sujalaga memberikan materi pendidikan lingkungan hidup kepada ratusan siswa di Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Rabu (4/2/2026).(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Komunitas lingkungan Raksabuana Parahyangan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang menyasar ratusan siswa di Kabupaten Subang.

Kegiatan tersebut digelar di Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Rabu (4/2/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bakti Sosial Kesehatan PUSTERAU.

Ratusan siswa dari berbagai sekolah tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dikemas melalui diskusi interaktif serta pengenalan praktik dasar menjaga lingkungan. Para peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga diajak memahami sikap bertanggung jawab saat beraktivitas di alam terbuka.

Ketua Raksabuana Parahyangan, Gigin Fajar Sujalaga, menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda sebagai penentu masa depan lingkungan.

“Anak-anak hari ini adalah penentu kondisi lingkungan di masa depan. Jika sejak sekarang sudah dibekali kesadaran dan pengetahuan, maka harapan terhadap alam yang lestari akan semakin besar,” ujar Gigin kepada Pasundan EKspres.

Ia menjelaskan, materi edukasi difokuskan pada manajemen perjalanan alam bebas, seperti etika mendaki gunung, berkemah, hingga beraktivitas di kawasan hutan dan konservasi. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap wisata alam.

“Banyak yang gemar naik gunung atau berwisata alam, tetapi belum memahami cara menjaga lingkungannya. Edukasi ini menjadi bagian penting agar aktivitas tersebut tidak merusak alam,” jelasnya.

Selain edukasi, Raksabuana Parahyangan menargetkan penanaman satu juta pohon sepanjang DAS Cipunagara pada 2026. Program ini akan dilakukan dari hulu hingga hilir sungai.

Menurut Gigin, jenis tanaman akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Di Subang bagian selatan akan ditanam tanaman endemik, sedangkan di wilayah pesisir Subang Utara, mulai Blanakan hingga Pusakanagara, difokuskan pada mangrove.

“Tanaman endemik penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan, sementara mangrove berfungsi menahan abrasi dan menjaga ekosistem pesisir,” ungkapnya.

Sekretaris Raksabuana Parahyangan, Gilang, menambahkan keberhasilan program lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Edukasi kepada siswa ini menjadi langkah awal agar mereka tumbuh sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Kegiatan ini merupakan inisiasi Pokja DAS Cimanuk–Cipunagara bekerja sama dengan panitia lokal. Koordinator Pokja DAS Cimanuk–Cipunagara Kabupaten Subang, Asep Iwan, menyatakan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas lingkungan untuk bergerak dalam edukasi alam dan budaya.

“Kami mempersilakan komunitas lingkungan mana pun untuk menciptakan kegiatan edukasi alam dan budaya,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh sosial Subang Bos Urip mengapresiasi konsistensi Raksabuana Parahyangan dalam mengedukasi generasi muda.

“Kegiatan ini sangat positif. Bukan hanya soal tanam pohon, tetapi membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Ini investasi jangka panjang bagi Subang,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Subang. (hdi/ded)

Berita Terbaru

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional12 menit lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta1 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta1 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat3 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga4 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional4 jam lalu