KUA Jalancagak: Faktor Ekonomi Dominasi Konflik Rumah Tangga

PASUNDANEKSPRES.ID - KUA Jalancagak terus memperkuat layanan keagamaan, bimbingan perkawinan, serta mediasi keluarga sebagai upaya mewujudkan keluarga sakinah dan menekan angka perceraian di masyarakat.
Penghulu Kecamatan Jalancagak, Ujang, mengatakan seluruh proses pencatatan pernikahan saat ini telah terintegrasi secara nasional melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Melalui sistem tersebut, seluruh data pernikahan yang dilaksanakan baik di kantor maupun di luar kantor KUA dapat dipantau secara daring dan terkoneksi secara nasional.
"Semua proses nikah sekarang sudah melalui aplikasi SIMKAH. Jumlah pernikahan baik yang dilaksanakan di kantor maupun di luar kantor secara otomatis terhubung secara nasional," ujar Ujang kepada Pasundan Ekspres saat ditemui di Kantor KUA Jalancagak pada Senin (22/6/2016).
Ujang menjelaskan, setiap calon pengantin diwajibkan mengikuti pemeriksaan administrasi sekaligus bimbingan perkawinan sebelum melangsungkan akad nikah. Dalam kegiatan tersebut, calon pengantin mendapatkan berbagai materi pembekalan sebagai bekal membangun rumah tangga.
"Alhamdulillah di Jalancagak hampir semua calon pengantin hadir mengikuti bimbingan perkawinan. Selain mendapatkan nasihat secara langsung, mereka juga diberikan bahan bacaan yang bisa dipelajari kembali di rumah," katanya.
Menurut Ujang, bimbingan perkawinan tidak hanya membahas hak dan kewajiban suami istri, tetapi juga mencakup pengelolaan ekonomi keluarga, pendidikan keluarga, kesehatan keluarga, hingga regulasi perkawinan.
"Kami memberikan pembekalan secara lengkap agar calon pengantin siap menghadapi kehidupan rumah tangga, termasuk dalam mengelola ekonomi keluarga," ujarnya.
KUA Jalancagak Juga Aktif Memberikan Layanan Konsultasi
Selain pelayanan pernikahan, KUA Jalancagak juga aktif memberikan layanan konsultasi dan mediasi bagi pasangan yang mengalami masalah rumah tangga. Ujang mengungkapkan bahwa sebagian besar persoalan yang menjadi pemicu konflik rumah tangga masih didominasi faktor ekonomi.
"Rata-rata yang datang berkonsultasi karena masalah ekonomi. Ada suami yang tidak bekerja, ada yang bekerja tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Itu yang paling sering terjadi," jelasnya.
Selain faktor ekonomi, terdapat pula persoalan ketidakharmonisan hubungan, komunikasi yang kurang baik, hingga pasangan yang telah lama berpisah tempat tinggal sehingga memicu keinginan untuk berpisah.
Meski demikian, KUA selalu berupaya menjadi mediator agar pasangan dapat mempertahankan rumah tangganya.
"Kami sifatnya memediasi dan memberikan arahan. Karena tugas KUA adalah mempersatukan dan membina keluarga agar tetap harmonis. Kalau ada yang akhirnya berpisah tentu menjadi kesedihan bagi kami," ungkapnya.
Ujang menegaskan bahwa layanan konsultasi keluarga di KUA diberikan secara gratis dan terbuka bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, banyak pasangan yang membutuhkan tempat untuk berkonsultasi terkait persoalan rumah tangga tanpa harus khawatir mengenai kerahasiaan informasi pribadi mereka.
"Silakan datang ke KUA. Tidak ada biaya konsultasi. Kami siap memberikan pendampingan, baik terkait hukum keluarga, syariah maupun persoalan rumah tangga lainnya," katanya.
Selain fokus pada pelayanan keluarga, KUA Jalancagak juga tengah mendukung persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Subang. Peserta yang akan mewakili Kecamatan Jalancagak merupakan hasil seleksi kegiatan MTQ tahun sebelumnya yang kini dipersiapkan untuk berlaga di tingkat kabupaten.
Tak hanya itu, KUA Jalancagak juga memiliki program prioritas berupa Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program tersebut menyasar siswa SMP dan SMA melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah.
"Tahun kemarin kami mengunjungi delapan sekolah. Materinya tentang pembinaan remaja, kesehatan mental dan spiritual, pencegahan pernikahan dini, serta motivasi meraih prestasi," jelas Ujang.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan angka pernikahan usia dini yang masih menjadi tantangan di kalangan remaja.
Di akhir wawancara, Ujang berpesan agar pasangan suami istri senantiasa membangun rumah tangga dengan penuh pengertian dan kasih sayang.
"Tidak ada manusia yang sempurna. Suami dan istri dipersatukan untuk saling melengkapi. Jika menemukan kekurangan pasangan, hadapi dengan kesabaran dan komunikasi yang baik. Dengan begitu, insya Allah keluarga akan lebih harmonis dan bahagia," pungkasnya.(hdi/sep)
