Pantura Subang Masuk Status Siaga Usai Terendam Luapan Sungai dan Dihantam Banjir Rob

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.id - Derita warga di kawasan Pantai Utara (Pantura) Subang kian bertambah. Saat sebagian wilayah masih terendam banjir akibat meluapnya sejumlah sungai, pada Kamis (29/1/2026) warga pesisir utara kembali harus menghadapi banjir rob yang menerjang permukiman mereka.
Mengutip Kompas.com, banjir rob merendam lima desa yang tersebar di empat kecamatan di Pantura Subang. Daerah terdampak meliputi Desa Mayangan, Legonwetan, dan Tegalurung di Kecamatan Legonkulon; Desa Anggasari di Kecamatan Sukasari; Desa Muara di Kecamatan Blanakan; serta Dusun Galian di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara.
Banjir rob terjadi akibat gelombang laut yang tinggi di pesisir utara Subang. Kondisi ini semakin parah karena meningkatnya debit air sungai yang bermuara ke laut, terutama Sungai Ciasem, Sungai Cipunagara, dan Sungai Cigadung.
Di Kecamatan Legonkulon, ratusan rumah terdampak secara langsung. Tidak hanya merendam permukiman warga, genangan air juga meluas hingga menutup sejumlah ruas jalan desa.
"Sejak dini hari banjir rob sudah menggenangi kawasan Desa Mayangan dan Legonwetan," ucap Warsih, warga Legonwetan, Kamis (29/1/2026).
Warsih menuturkan, gelombang laut di perairan Jawa tampak sangat tinggi, khususnya di kawasan wisata Pantai Pondok Bali. Kuatnya hantaman ombak bahkan dilaporkan sampai menghantam bangunan milik warga yang berjualan di area wisata tersebut.
"Selain itu debit air sungai juga tinggi, semakin menambah parah banjir di kawasan Pantura," tambahnya.
Situasi tersebut memaksa para pengunjung pantai untuk kembali pulang. Rismansyah, warga Pagaden yang hendak memancing di kawasan Pondok Bali, akhirnya mengurungkan niatnya lantaran akses jalan menuju lokasi telah terendam air.
"Banjir rob sudah merendam akses jalan menuju Pantai Pondok Bali. Tadi lihat di medsos juga gelombang tinggi melanda pesisir, jadi demi keselamatan kami balik kanan saja. Gelombangnya tidak bersahabat," kata Rismansyah.
Banjir rob dan meluapnya sungai telah menghambat aktivitas harian warga. Dampaknya juga terasa signifikan di sektor pendidikan, di mana para siswa terpaksa mengikuti pembelajaran dari rumah karena fasilitas sekolah terendam air.
Data menunjukkan sekitar 38 sekolah di kawasan Pantura Subang masih tergenang banjir. Akibatnya, proses belajar mengajar secara langsung belum dapat dilakukan.
