Peringatan HPN, PWI Subang: Bangsa Butuh Pers Profesional, Independen dan Bertanggungjawab

PASUNDANEKSPRES.ID - Peran pers sebagai kontrol sosial dan pilar demokrasi keempat dinilai semakin strategis dalam menjaga arah pembangunan bangsa. Pers tidak hanya menjadi corong informasi pemerintah dan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Anggota PWI Kabupaten Subang, Sony Kusdinar, menanggapi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, pada 6–9 Februari 2026.
Menurut Sony, tema HPN ke-80, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, mencerminkan kebutuhan bangsa saat ini terhadap pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.
“Pers sebagai pilar keempat demokrasi harus hadir sesuai fungsinya, seiring dan seirama dengan pemerintah, dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menegaskan, pers yang sehat adalah pers yang tetap berada on the track dalam menjalankan tugas jurnalistik, baik melalui media cetak, radio, televisi, maupun portal berita daring.
“Hari ini bangsa dan negara membutuhkan pers yang menjalankan fungsinya secara utuh sebagai pilar demokrasi. Itu sejalan dengan tema HPN ke-80, untuk mewujudkan pers sehat, ekonomi berdaulat, dan Indonesia yang kuat,” kata Sony.
Menurutnya, peringatan HPN ke-80 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pers untuk merumuskan langkah dan kerja nasional ke depan. Ia menyebut, HPN 2026 di Kota Serang menjadi titik awal memperkuat komitmen pers dalam mendukung kedaulatan ekonomi dan kemajuan bangsa.
“Ini momentum yang sangat tepat untuk menyatukan langkah insan pers dalam mewujudkan cita-cita besar sesuai tema HPN tahun ini,” tegasnya.
Sony berharap ke depan pers Indonesia semakin dewasa dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi Undang-Undang Pokok Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
“Ketika persnya sehat, ekonomi berdaulat, maka Indonesia akan kuat. Mudah-mudahan pers kita semakin profesional di usia ke-80 ini, demi kemajuan bangsa ke depan,” pungkasnya. (dan/ded)
