Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perjuangan Seorang Ibu di Subang Pada Hari Pertama Sekolah, Antarkan Anak Masuk Sekolah Jam 06.30 Pagi

H
Hadi MartadinataEditor: Egi
|06:23 WIB
Bagikan:
Perjuangan Seorang Ibu di Subang Pada Hari Pertama Sekolah, Antarkan Anak Masuk Sekolah Jam 06.30 Pagi
Seorang ibu yang sedang mengantarkan anaknya kelas 1 SD yang baru masuk ke Sekolah jam 06:30 WIB Pagi pada Senin, (14/7/2025).(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Di tengah perdebatan tentang efektivitas dan dampaknya, kisah Yusri, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Subang, menggambarkan sisi lain dari kebijakan tersebut, sebuah cerita perjuangan sederhana dan penuh kasih.

Kebijakan baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Subang tentang penyesuaian jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB menuai berbagai reaksi dari masyarakat. 

Yusri adalah seorang ibu dari tiga anak yang tinggal di wilayah Jalancagak, dan tahun ini menjadi momen istimewa baginya karena anak bungsunya, Farhan, baru saja memulai perjalanan pendidikan formalnya di bangku kelas 1 SD. 

Namun tahun ini, hari-hari pertama sekolah bukan hanya soal mengenalkan dunia baru kepada sang anak, tapi juga tentang menyesuaikan diri dengan jam masuk yang lebih pagi dari biasanya.

"Dulu masuk sekolah jam 07.00, sekarang 06.30. Kelihatannya cuma beda 30 menit, tapi bagi kami para orang tua, itu membuat kami harus menyesuaikan rutinitas dari subuh," ujar Yusri saat ditemui usai mengantar anaknya ke sekolah, Senin (14/7/2025).

Namun, Yusri tak serta-merta mengeluh. Ia menyebut perubahan ini justru menjadi momen membangun kedekatan lebih erat dengan anak, terutama dalam hal kebiasaan bangun pagi dan membentuk disiplin.

"Saya memang sudah biasa bangun subuh. Tapi sekarang, saya lebih bersemangat membangunkan Farhan untuk shalat subuh berjamaah dulu di rumah, lalu sarapan ringan, dan langsung bersiap sekolah," katanya sambil tersenyum.

Bagi Yusri, kebijakan ini menjadi tantangan, tetapi juga bentuk pembelajaran bersama. Ia mengaku harus menyiapkan semua kebutuhan sekolah anaknya lebih awal dari biasanya.

Mulai dari seragam, bekal makan, hingga memastikan anaknya cukup istirahat malam sebelumnya.

"Malam harus lebih disiplin tidur. Kalau tidak, bangunnya susah dan nanti ke sekolah dalam keadaan mengantuk. Saya belajar mengatur semuanya pelan-pelan," ucapnya.

Menurut Yusri, anak-anak pada dasarnya bisa mengikuti pola baru ini asalkan ada pendampingan dan keteladanan dari orang tua.

Ia bahkan mulai mengurangi waktu bermain gawai anaknya di malam hari, menggantinya dengan membaca buku sebelum tidur agar tidur lebih cepat dan berkualitas.

Terkait jarak, Yusri bersyukur karena sekolah anaknya masih berada di radius satu kilometer dari rumah. Namun ia memahami bahwa tidak semua orang tua seberuntung dirinya.

"Kalau teman saya yang tinggalnya di daerah kebun atau sawah, mereka harus jalan kaki cukup jauh. Kasihan kalau harus sampai sekolah jam setengah tujuh," ujar Yusri, menyoroti sisi lain dari kebijakan ini.

Meskipun demikian, Yusri tetap mendukung kebijakan jam masuk lebih pagi ini, asalkan pemerintah juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat yang berbeda-beda.

"Bagus untuk melatih disiplin, tapi semoga pemerintah juga bantu sediakan sarana penunjang seperti transportasi atau kantin sehat di sekolah. Kasihan kalau anak belum sempat sarapan," harapnya.(hdi/sep)

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Subang2 jam lalu
Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Subang2 jam lalu
Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Subang2 jam lalu
Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Purwakarta3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Headline4 jam lalu
Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline4 jam lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle5 jam lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional5 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle6 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga7 jam lalu