Pupuk Subsidi Mudah, Petani di Subang Minta Tambahan Stok

PASUNDANEKSPRES.ID - meski masih terdapat kendala teknis seperti keterlambatan distribusi, Sejumlah petani di Pantura Subang mengaku pupuk subsidi kini lebih mudah diperoleh di wilayah Pantura Subang.
Ahmad Fauzan, petani asal Kecamatan Legonkulon, mengatakan kemudahan tersebut dirasakan selama petani telah terdaftar sebagai penerima di UPTD Pertanian setempat.
“Saat ini pupuk subsidi relatif mudah didapat, asalkan sudah terdaftar. Jenisnya Urea dan Phonska,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, untuk lahan 4 hektare, dirinya memperoleh masing-masing 1.000 kilogram pupuk Urea dan 1.000 kilogram Phonska dalam satu musim tanam. Jumlah tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan.
Menurut Ahmad, prosedur penebusan juga jelas. Petani cukup berkoordinasi dengan ketua kelompok tani terkait alokasi dan lokasi kios, serta membawa KTP saat pembelian.
“Kalau kebutuhan terpenuhi, kami tidak perlu beli pupuk non-subsidi yang harganya mahal,” katanya.
Penyaluran Pupuk Subsidi Sudah Lebih Tertib dan Membantu Petani
Hal senada disampaikan petani Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Eka Rahmat. Ia menilai penyaluran pupuk subsidi saat ini sudah lebih tertib dan membantu petani, meski sempat terjadi keterlambatan distribusi.
“Alhamdulillah sekarang lebih mudah, walau sempat terlambat, tapi bisa cepat diatasi,” ujarnya.
Eka menjelaskan, selain melalui kartu tani dalam RDKK, petani penggarap juga dapat mengakses pupuk subsidi melalui rekomendasi kelompok tani dengan melampirkan KTP dan dokumentasi pengambilan.
Meski demikian, para petani berharap pemerintah terus meningkatkan pelayanan, terutama dalam hal sosialisasi agar tidak ada petani yang tertinggal dalam proses pendaftaran.
“Sosialisasi harus lebih menyeluruh, dan stok pupuk juga perlu ditambah,” tuturnya.
Selain pupuk, petani juga berharap adanya subsidi untuk obat-obatan pertanian guna meningkatkan kualitas hasil panen.
“Kalau obat juga disubsidi, hasil padi bisa lebih maksimal dan harga gabah meningkat,” pungkasnya. (cdp/ded)
