Ribuan Warga Terdampak Banjir di Ciasem dan Pamanukan

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Subang. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat tajam hingga merendam wilayah Kecamatan Ciasem dan Kecamatan Pamanukan. Ribuan warga terdampak dan ratusan rumah terendam.
Di Kecamatan Ciasem, banjir terjadi di beberapa desa. Desa Ciasem Hilir menjadi wilayah dengan dampak terbesar, di mana sebanyak 990 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 50 sentimeter.
Sementara itu, di Desa Ciasem Tengah, tercatat 540 KK atau 1.632 jiwa terdampak. Ketinggian air di wilayah ini cukup ekstrem, yakni antara 0,5 hingga 1,5 meter, sehingga aktivitas warga lumpuh.
Banjir juga melanda Desa Ciasem Baru dengan 18 KK terdampak dan ketinggian air sekitar 10–15 sentimeter. Di Desa Pinangsari, sebanyak 16 KK terdampak dengan genangan air setinggi 10–30 sentimeter.
Kondisi serupa terjadi di Desa Dukuh, di mana banjir merendam area seluas 200 hektare dan berdampak pada 564 KK, dengan ketinggian air 10–50 sentimeter.
Tak hanya Ciasem, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Pamanukan, tepatnya di Desa Mulyasari. Sebanyak 232 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40–60 sentimeter.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, titik utama banjir berada di tanggul Sungai Cijengkol, khususnya di kawasan Perumahan Griya Texpia, Desa Ciasem Tengah. Luapan air dipicu oleh meningkatnya debit Sungai Cijengkol, Sungai Kalesema, dan Sungai Cigadung akibat curah hujan tinggi.
Untuk penanganan darurat, BPBD Subang bersama Polres Subang, TNI Subang, serta TEGANA Subang telah melakukan evakuasi warga dan mendirikan posko bencana di wilayah Ciasem. Petugas gabungan terus bersiaga guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
