Serapan Anggaran Pemkab Subang Capai 66 Persen, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tertinggi

PASUNDANEKSPRES.ID - Realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Subang hingga awal Desember 2025 tercatat telah mencapai 66 persen.
Berdasarkan data resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, beberapa SKPD sudah ada yang menyelesaikan realisasi serapan anggaran di atas 88 persen.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi yang tertinggi dengan realisasi 91,52 persen, disusul Kecamatan Compreng sebesar 90,51 persen, serta Kecamatan Purwadadi yang telah mencatat 88,93 persen.
Ada pun sejumlah dinas dengan alokasi anggaran besar berada di kelompok serapan rendah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baru mencapai 50,55 persen, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga tercatat 46,72 persen, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih berada di level 43,65 persen.
Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Kabupaten Subang, Budhi Purnama menyampaikan, pihaknya terus melakukan pengawasan intensif agar seluruh SKPD dapat mempercepat realisasi anggaran tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas.
“Secara keseluruhan, serapan anggaran Pemkab Subang sudah berada di angka 66 persen, dan ini menunjukkan progres yang cukup baik. Kami mengapresiasi SKPD yang mampu mencapai serapan di atas 88 persen karena itu menandakan efektivitas pelaksanaan program mereka,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Budhi menekankan bahwa BKAD telah melakukan evaluasi rutin dan pendampingan teknis untuk membantu SKPD yang masih mencatatkan serapan rendah.
Menurutnya, beberapa kendala administratif dan teknis menjadi faktor yang perlu segera diselesaikan.
“Untuk SKPD dengan serapan di bawah 50 persen, kami sudah berkoordinasi langsung agar percepatan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Namun kami tetap mengingatkan realisasi anggaran harus tepat sasaran, tidak terburu-buru, dan tetap memegang prinsip transparansi serta akuntabilitas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa serapan anggaran tidak hanya mencerminkan penyerapan belanja daerah, tetapi juga merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan.
“Yang kami dorong bukan sekadar mengejar angka, tetapi memastikan setiap belanja daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Subang. Prioritas kami adalah kualitas penggunaan anggaran,” tegas Budhi Purnama.
Dengan waktu yang tersisa sebelum tutup tahun anggaran, Budhi optimis Pemkab Subang dapat meningkat lebih optimal seiring percepatan berbagai program strategis di lapangan. (cdp/ded)
