Sisa Waktu Senja, Kolaborasi Film dan Pariwisata di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Sineas film Sisa Waktu Senja, pelaku pariwisata, dan Pemerintah Kabupaten Subang membahas kolaborasi pengembangan industri kreatif dan promosi wisata daerah di Hotel Nalendra Plaza Subang, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan lintas sektor tersebut mempertemukan insan perfilman, perhimpunan hotel dan restoran, serta unsur pemerintah daerah dalam satu forum dialog strategis. Fokus pembahasan diarahkan pada pemanfaatan potensi alam dan budaya Subang sebagai daya tarik produksi film sekaligus pengungkit promosi pariwisata.
Sutradara film Sisa Waktu Senja, Husni, menilai Subang memiliki kekuatan visual dan cerita yang layak diangkat ke layar lebar.
“Subang punya banyak lokasi dan kisah yang kuat. Jika dikelola dengan baik, film bukan hanya menjadi karya seni, tetapi juga media promosi daerah yang efektif,” ujar Husni kepada Pasundan Ekspres.
Ia menegaskan, kolaborasi antara sineas, pelaku pariwisata, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar produksi film di daerah dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Subang, Hj. Ratna Setiawan, menyatakan kesiapan sektor perhotelan dan restoran dalam mendukung kegiatan perfilman maupun event kreatif lainnya di Subang.
“Industri hotel dan restoran sangat terbuka untuk mendukung kegiatan film maupun event kreatif lainnya,” kata Ratna.
Menurutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dan berpotensi tumbuh bersama jika dikelola secara sinergis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Subang, Nenden Setiawati, mengapresiasi inisiatif pertemuan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan pelaku usaha menjadi kunci memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Nenden menegaskan, pemerintah daerah siap memfasilitasi berbagai kegiatan kreatif yang berdampak positif terhadap citra dan perekonomian daerah. Ia berharap Subang dapat menjadi salah satu lokasi favorit produksi film di tingkat lokal maupun nasional.(hdi/ded)
