Stok Bantuan Pangan Bulog Subang Aman di Angka 60 Ton

PASUNDANEKSPRES.ID-Bulog SubDivre Subang telah menyiapkan Bantuan Pangan untuk periode bulan Oktober dan November 2025 ini.
Meski stok beras sudah aman namun pihak Bulog menyatakan belum menerima data penerima secara resmi dan masih menunggu penugasan penyaluran.
“Ya, Banpang untuk dua bulan yaitu Oktober dan November,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Subang, Djoko Purnomoada pada Pasundan Ekspres.
Djoko mengungkapkan, meski program sudah ditetapkan, pihaknya belum mendapat penugasan resmi terkait waktu pendistribusian dari pusat.
Ada perbedaan dalam skema penyaluran kali ini. Djoko menjelaskan bahwa dalam distribusi Bantuan Pangana itu, selain beras, juga terdapat komoditas minyak goreng.
"Dalam Banpang Oktober dan November ada komoditas minyak goreng juga,” tuturnya.
Adapun setiap penerima manfaat Banpang pada bulan Oktober dan November akan memperoleh 20 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Namun, jumlah penerima tahun ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selain menyiapkan Banpang, Bulog Subang juga terus melakukan penyerapan gabah di tingkat petani, meski saat ini cadangan beras sudah mencapai 60 ribu ton.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Subang–Purwakarta, Anis Rusyda Maliana, mengatakan pihaknya tetap membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500/kilogram.
"Meski stok cukup, kami tetap membeli gabah di tingkat petani dengan harga Rp 6.500/kg,” kata Anis.
Ia menambahkan, pengadaan gabah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan yang disimpan di gudang-gudang Bulog.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan fasilitas gudang, sejalan dengan program Presiden RI tentang pembangunan 100 gudang Bulog di seluruh Indonesia.
"Kami telah mengusulkan bantuan gudang, salah satunya di wilayah Kecamatan Binong,” tukasnya.(dan/ded)
