Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tagana Subang Tanamkan Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Dini di RA Nurul Jannah Kasomalang

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:19 WIB
Bagikan:
Tagana Subang Tanamkan Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Dini di RA Nurul Jannah Kasomalang
Tagana Subang bersama RA Nurul Jannah gelar mitigasi bencana di lapang Gedong Sinder Jumat (24/10/205)

PASUNDANEKSPRES.ID - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang terus menumbuhkan kesadaran kebencanaan sejak usia dini.

Melalui kegiatan simulasi mitigasi bencana yang digelar bersama RA Nurul Jannah, di lapang Gedong Sinder, Kecamatan Kasomalang, Jumat (24/10/2025), sebanyak 56 anak-anak tampak antusias belajar cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

Ketua Tagana Kabupaten Subang, Jajang Muhaimin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang kebencanaan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kita memberikan edukasi kebencanaan kepada anak-anak usia dini. Sebetulnya kita meniru Jepang yang sudah lama memberikan edukasi kepada anak-anak, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” ujar Jajang saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pola pembelajaran seperti ini sangat efektif karena dikemas melalui permainan dan praktik langsung. Anak-anak dikenalkan pada cara evakuasi dan penyelamatan diri dengan metode yang menyenangkan, seperti bermain flying fox dan simulasi menggunakan perahu karet.

“Kami ingin mereka belajar sambil bermain. Misalnya lewat flying fox untuk memahami cara evakuasi dari ketinggian, dan bermain air menggunakan perahu karet untuk belajar mengevakuasi diri saat banjir,” jelasnya.

Jajang menegaskan, pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini karena Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah yang tergolong rawan bencana alam di Jawa Barat.

“Terutama di wilayah Kasomalang ini, sering terjadi bencana seperti angin puting beliung dan longsor. Selain itu, kami juga mengantisipasi kemungkinan dampak dari aktivitas sesar beribis dan sesar Lembang yang bisa memicu gempa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan anak-anak dan pelajar yang menjadi generasi penerus. Dengan pemahaman yang baik, mereka akan lebih siap dan tidak panik ketika bencana terjadi.

Program Tagana Masuk Sekolah di Kabupaten Subang kini telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD/RA), program ini baru berjalan di dua kecamatan, yakni Kasomalang dan Ciasem.

“Kami terus berupaya memperluas jangkauan. Target kami, ke depan seluruh kecamatan di Subang memiliki minimal satu sekolah binaan dalam program edukasi kebencanaan,” kata Jajang.

Selain memberikan pelatihan dan simulasi, Tagana Subang juga menggandeng pihak sekolah, guru, dan perangkat desa untuk membangun jejaring tanggap bencana berbasis komunitas. Dengan cara ini, setiap sekolah diharapkan bisa menjadi pusat edukasi kebencanaan di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan edukasi di RA Nurul Jannah Kasomalang mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala Sekolah RA Nurul Jannah, Dewi, mengapresiasi upaya Tagana Subang yang turun langsung memberikan pembelajaran praktis kepada anak-anak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tagana. Anak-anak jadi tahu bagaimana harus bertindak kalau ada bencana, dan mereka belajar dengan gembira. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, kegiatan seperti ini sebaiknya rutin dilakukan karena memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi guru dan orang tua dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Melalui kegiatan tersebut, Tagana Subang ingin menumbuhkan budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Edukasi sejak dini diyakini akan membentuk generasi yang lebih tanggap, mandiri, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan.(hdi)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional1 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta1 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang2 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang2 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga3 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional3 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle3 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang3 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle4 jam lalu