Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Total Investasi BYD di Subang Smartpolitan Capai Rp11,2 Triliun, Seberapa Besar Efeknya?

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|10:00 WIB
Bagikan:
Total Investasi BYD di Subang Smartpolitan Capai Rp11,2 Triliun, Seberapa Besar Efeknya?
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber:Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Investasi BYD di Subang Smartpolitan menjadi salah satu proyek manufaktur kendaraan listrik terbesar yang saat ini berkembang di Indonesia.

Nilainya pun mencapai Rp11,2 triliun, angka yang bukan hanya mencerminkan besarnya modal pembangunan pabrik, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Subang mulai diperhitungkan sebagai pusat industri otomotif masa depan.

Nominal investasi tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang BYD untuk membangun basis produksi di Indonesia. Alih-alih hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan, perusahaan asal China itu memilih menghadirkan fasilitas manufaktur lengkap yang diproyeksikan melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar ekspor.

Investasi BYD di Subang Smartpolitan

Investasi pabrik kendaraan listrik di Subang ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik di kawasan Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat.

Lahan yang digunakan mencapai lebih dari 108 hektare, menjadikannya sebagai salah satu area produksi terbesar yang dimiliki BYD di luar negara asalnya. 

Jika dihitung secara sederhana, nilai investasi Rp11,2 triliun tersebut setara dengan rata-rata sekitar Rp103 miliar untuk setiap hektare lahan yang dikembangkan. 

Besarnya angka tersebut menggambarkan bahwa dana yang ditanamkan tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan gedung, tetapi juga mesin produksi berteknologi tinggi, sistem manufaktur modern, fasilitas logistik, gudang, infrastruktur pendukung, hingga berbagai sarana operasional lainnya.

Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit mobil listrik setiap tahun. Apabila dibandingkan dengan total investasi, nilai tersebut setara sekitar Rp74,6 juta untuk setiap unit kapasitas produksi tahunan.

Rasio tersebut memperlihatkan besarnya investasi awal yang disiapkan BYD demi membangun fasilitas produksi berstandar global yang mampu beroperasi dalam jangka panjang. 

Lokasi kawasan industri juga menjadi salah satu alasan penting di balik investasi tersebut. Subang Smartpolitan memiliki akses menuju Pelabuhan Patimban yang menjadi gerbang ekspor kendaraan dari Jawa Barat.

Efek Investasi BYD di Subang Smartpolitan

Nilai investasi Rp11,2 triliun tidak berhenti pada pembangunan pabrik semata. Perputaran dana sebesar itu diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kabupaten Subang maupun Jawa Barat.

Selama proses pembangunan hingga operasional, ribuan tenaga kerja diproyeksikan terserap untuk berbagai bidang pekerjaan, mulai dari operator produksi, teknisi, tenaga administrasi, logistik, keamanan, hingga jasa pendukung lainnya. 

Aktivitas industri yang meningkat juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor kuliner, transportasi, perdagangan, penginapan, dan penyedia bahan baku.

Eksistensi pabrik BYD turut diharapkan mempercepat transfer teknologi manufaktur kendaraan listrik kepada tenaga kerja Indonesia. Kehadiran industri berteknologi tinggi seperti ini dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat rantai pasok otomotif nasional.

Dari sisi investasi daerah, proyek ini juga berpotensi menarik perusahaan lain yang bergerak di bidang komponen kendaraan listrik, baterai, hingga industri pendukung. Semakin lengkap ekosistem industri yang terbentuk, semakin besar pula peluang Subang berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.

Meski BYD telah menyatakan harga mobil tidak akan berubah hanya karena proses produksi berpindah ke Indonesia, keberadaan pabrik lokal tetap diyakini mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat. 

Pabrik BYD sudah mulai beroperasi pada Januari 2026 setelah melalui tahap uji coba produksi. Rencana pembangunan fasilitas ini sebenarnya telah diumumkan sejak 2024 sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia dan Asia Tenggara.

(pm)

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat37 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline1 jam lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline4 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu