UNSUB Deklarasikan Kampus Berdampak, Siap Jadi Pusat Peradaban dan Ruang Melahirkan Perubahan

PASUNDANEKSPRES.ID – Universitas Subang (UNSUB) secara resmi membuka Tahun Akademik 2025/2026 dengan menggelar Kuliah Umum bertema “Kampus Berdampak”, Sabtu (25/10/2025), di Aula Kampus UNSUB, Subang.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNSUB Dr. Drs. H. Komir Bastaman, SH., M.Si., Ketua Yayasan Kutawaringin Dr. Ahmad Sobari, S.Sos., M.AP., serta narasumber utama Dr. Solehudin, S.Kom., MM., yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Transformasi Organisasi Biro OSDM, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Kuliah umum ini menjadi momentum bagi UNSUB untuk menegaskan komitmennya mentransformasi peran perguruan tinggi — tidak sekadar sebagai lembaga pendidikan, melainkan juga motor penggerak utama kemajuan daerah.
Kampus Berdampak: Model Pendidikan untuk Masyarakat
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Kutawaringin, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos., M.AP., menekankan pentingnya implementasi konsep “Kampus Berdampak” sebagai bagian dari arah kebijakan pendidikan nasional.
“Ketika program ini diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, kita di Subang harus mampu menerapkannya agar model pendidikan yang dirancang pemerintah dapat benar-benar diimplementasikan untuk masyarakat,” ujar Dr. Sobari.
Ia berharap penerapan visi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Subang dan menjawab kebutuhan dunia industri di masa mendatang.
Filosofi Baru: Kampus sebagai Pusat Peradaban
Sementara itu, Dr. Solehudin, S.Kom., MM. menjelaskan filosofi di balik visi “Kampus Berdampak”. Menurutnya, kampus memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar ruang belajar.
“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk melahirkan perubahan. Sepanjang sejarah, kampus selalu menjadi pusat peradaban yang membawa perubahan pada individu hingga bangsa,” tegas Dr. Solehudin.
Ia menambahkan, filosofi ini menempatkan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) dalam satu poros utama: relevansi sosial dan keberlanjutan.
Lima Pilar Kampus Berdampak
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dr. Solehudin memaparkan Lima Pilar Strategis “Kampus Berdampak”, yaitu:
-
Pendidikan Berkarakter dan Adaptif
-
Riset untuk Solusi Nyata
-
Pengabdian Berbasis Kearifan Lokal
-
Kolaborasi dan Jejaring Berdampak
-
Kampus Hijau dan Berkelanjutan
Secara khusus, pilar Riset untuk Solusi Nyata menekankan bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti di jurnal ilmiah, tetapi harus menjawab persoalan nyata di masyarakat.
UNSUB bertekad menjadikan “Subang sebagai Laboratorium Dampak”, tempat mahasiswa menjadi inkubator inovasi daerah yang aktif memberikan solusi pada isu-isu strategis seperti pertanian cerdas, digitalisasi UMKM, dan tata kelola lingkungan.
Dalam sambutannya, Rektor UNSUB Dr. Drs. H. Komir Bastaman, SH., M.Si. menegaskan bahwa visi “Kampus Berdampak” bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata seluruh civitas akademika.
“Dengan mengusung tema Kampus Berdampak, kita memastikan bahwa setiap ilmu, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Subang dan sekitarnya,” ujar Rektor Komir.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar perguruan tinggi mampu menjadi katalis perubahan sosial dan ekonomi.
