Viral Dugaan Pengrusakan Mangrove di Pondok Bali Subang, Polisi: Lahan Milik Pribadi Bersertifikat

PASUNDANEKSPRES.ID - Video yang memperlihatkan dugaan pengrusakan kawasan mangrove di wilayah Pondok Bali Subang, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam unggahan yang beredar, sejumlah warga menyoroti adanya aktivitas pembukaan lahan yang disebut-sebut berdampak pada area mangrove di kawasan pesisir tersebut.
Menanggapi viralnya informasi itu, Kapolsek Legonkulon, IPDA Masnoah, menyatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi melalui anggota di lapangan.
“Kami mendapat laporan dari anggota yang turun ke sana bahwa lahan tersebut milik pribadi dan sudah memiliki SHM (Sertifikat Hak Milik),” ujar IPDA Masnoah saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, pemilik lahan berencana memanfaatkan area tersebut sebagai lokasi pemancingan.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan pemantauan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Lahan tersebut oleh pemiliknya akan dijadikan sebagai tempat pemancingan,” katan Masnoah.
Masnoah menegaskan, hingga saat ini kondisi di wilayah hukum Polsek Legonkulon tetap aman dan kondusif.
Namun, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi di lokasi yang menjadi sorotan masyarakat.
“Saat ini di wilayah hukum Polsek Legonkulon kondusif, tetapi kami terus monitoring,” tegasnya.
Peristiwa di viral Dugaan Pengrusakan Mangrove di Pondok Bali Subang
Sebelumnya video berdurasi 52 detik ramai diposting di sosial media facebook. Dalam video tersebut nampak alat berat sedang melakukan pengerukan di wilayah yang diduga merupakan hutan mangrove.
Video tersebut ramai mendapat komentar dari warga net, Sang Pengunduh menuliskan dalam keterangan video bahwa terjadi pengrusakan ekosistem di wilayah pesisir Utara Subang.
"Yangg seharusnya Hutan Mangrove ini dijaga karena mampu melindungi tanah darat dari abrasi, pun menyerap CO2 yang jauh lebih baik daripada hutan, kini malah sedang dalam tahap dihancurkan," tulisnya.
Selain menanam dan merawat mangrove, pemerintah bersama sejumlah pihak bakal merancang kawasan tersebut menjadi tempat edukasi, budidaya, hingga wisata.
Sejumlah inisiatif itu barangkali harus, untuk memitigasi dampak nyata perubahan iklim. (cdp)
