Warga Kampung Bolang 1 Desa Cibuluh Gelar Tradisi Munggahan Sambut Ramadan 1447 Hijriah

PASUNDANEKSPRES.ID - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Kampung Bolang 1, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, menggelar tradisi munggahan atau botram bersama.
Tradisi tahunan ini menjadi momen penuh makna yang sarat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur menjelang dimulainya ibadah puasa.
Warga dari berbagai kalangan tampak antusias berkumpul di satu titik yang telah disepakati. Mulai dari anak-anak, orang tua, hingga para sesepuh kampung, semuanya turut ambil bagian dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Kegiatan munggahan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan selama menjalani ibadah Ramadan.
Salah seorang warga Kampung Bolang 1, Erum, mengatakan bahwa tradisi munggahan merupakan bentuk ungkapan sukacita masyarakat dalam menyambut bulan suci. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Tradisi munggahan ini sudah menjadi kebiasaan kami setiap tahun. Selain sebagai rasa syukur, ini juga menjadi ajang silaturahmi, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan sebelum memasuki bulan puasa,” ujar Erum kepada Pasundan Ekspres Rabu (18/2/2026).
Usai doa bersama, warga kemudian menggelar botram atau makan bersama. Masing-masing keluarga membawa hidangan dari rumah, yang kemudian disantap bersama-sama.
Aneka makanan khas Sunda tersaji dalam suasana penuh keakraban, mulai dari nasi liwet, lauk-pauk tradisional, sayur-sayuran, hingga kue-kue rumahan. Kesederhanaan hidangan justru menambah hangatnya suasana kebersamaan di antara warga.
Tradisi munggahan ini, lanjut Erum, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar makan bersama. Kegiatan ini menjadi sarana untuk membersihkan hati, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Hal senada dirasakan warga lainnya. Mereka berharap tradisi munggahan tetap lestari dan terus dijaga oleh generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Sunda.(hdi)
