Desa Gudangkahuripan Lembang Gudangnya Destinasi Wisata

PASUNDANEKSPRES.ID - Desa Gudangkahuripan merupakan desa yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Desa ini dikenal memiliki sejumlah obyek wisata kelas dunia yang selalu dipadati oleh wisatawan yang tengah berlibur di wilayah Bandung.
Letak desa yang sangat strategis berada diperbatasan Kota Bandung dan KBB menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi. Bahkan, pengembangan obyek wisata terus dilakukan oleh investor dan pemerintah desa (Pemdes).
Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana mengatakan, geliat sektor pariwisata di Desa Gudangkahuripan dimulai sejak tahun 2017. Sebelumnya, wilayah ini hanya menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang akan berlibur ke wilayah Lembang dan sekitarnya. "Dulunya disini banyak hotel dan rumah makan yang berada di sepanjang jalan menuju Lembang dan Kota Bandung. Tetapi mulai ada perubahan, dan sekarang jadi tujuan wisata," kata Agus saat ditemui Pasundan Ekspres, Kamis(2/10/2025).
Desa Gudangkahuripan merupakan salah satu desa di KBB bahkan Jawa Barat yang di wilayahnya memiliki destinasi wisata kelas dunia. Bahkan hampir setiap hari terutama setiap akhir pekan, jalan utama di Desa Gudangkahuripan selalu dipadati antrean kendaraan wisatawan.
Dia menyebutkan, untuk sejumlah obyek wisata yang ada di Gudangkahuripan dikelola oleh swasta. Sedangkan yang dikelola langsung oleh Pemdes dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yakni Lapangan Bola Sinapeul.
Salah satu wisata yang menjadi primadona di Gudang kahuripan yaitu The Great Asia Afrika. Tempat ini menawarkan sensasi keliling tujuh negara tanpa harus ke luar negeri. Pengunjung dari berbagai wilayah di Indonesia kerap memenuhi destinasi wisata kelas dunia ini.
Khusus Lapangan Bola Sinapeul, lanjut Agus, pengembangannya menggunakan anggaran dana desa (ADD). Terbukti, setelah berjalan obyek wisata ini menyedot pengunjung yang tidak sedikit terlebih pada hari libur. "Kami lengkapi juga di Lapangan Bola Sinapeul dengan berbagai fasilitas, seperti joging trak dan stand usaha kecil menengah (UKM) dari warga sekitar, sehingga bisa meningkatkan roda ekonomi warga," ungkapnya.
Agus menjelaskan, adanya sejumlah obyek wisata di Desa Gudangkahuripan sangat memberikan dampak positif bagi warga sekitar, diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatnya perekonomian warga.
Tak sedikit warga sekitar yang perekonomiannya meningkat karena mereka bisa kecipratan rezeki dengan berjualan seperti jualan souvenir atau makanan ringan. "Kalau dihitung lebih dari 500 warga sini yang bekerja di obyek wisata itu. Setiap bulannya juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) KBB," katanya.
Terkait dengan perizinan pembangunan obyek wisata di Gudangkahuripan, Agus mengaku selalu meminta para investor untuk tertib aturan. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan sehingga tidak akan memunculkan masalah dikemudian hari. "Kami juga dorong investor untuk sosialisasi ke warga jangan sampai ada yang ditutupi, sehingga warga memahami tujuan pembangunan ini. Tentunya, setelah izin semua pihak beres, Pemdes juga turut mendukung pembangunannya," pungkasnya.(ijr/sep)
