Alhamdulillah, Imam Selamat Usai Mobilnya Tertimpa Pohon di Jalan Raya Jalancagak-Ciater Subang

PASUNDANEKSPRES.ID – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Jalancagak dan Ciater Kabupaten Subang, pada Minggu malam (2/11/2025).
Sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Jalancagak-Ciater dan menimpa kendaraan yang sedang melintas.
Salah satu korban yang mobilnya tertimpa adalah Imam Husni Mubarok (32), warga Kecamatan Purwadadi, Subang. Bersama istri dan dua anaknya, Imam sedang dalam perjalanan pulang dari Ciater menuju rumahnya saat insiden itu terjadi.
“Pada saat itu hujan lebat disertai angin kencang. Pohon di pinggir jalan tiba-tiba tumbang dan saya tidak sempat menghindar. Akibatnya mobil tertimpa pohon,” ujar Imam, masih tampak syok saat ditemui petugas di lokasi kejadian.
Mobil Daihatsu Terios warna hitam bernomor polisi B 1198 KYF milik Imam tertimpa tepat di bagian atap dan kap depan. Di belakang mobilnya, seorang pengendara motor Honda Scoopy berwarna coklat hitam, Anisa Fikriani (24) asal Sumedang, juga ikut terjatuh karena berusaha menghindar dari pohon tumbang tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, di jalur yang dikenal ramai dan rindang oleh pepohonan besar. Saat itu, hujan mengguyur deras dan angin bertiup sangat kencang. Tiba-tiba, salah satu pohon di tepi jalan tumbang dan menimpa mobil Imam yang sedang melaju pelan karena visibilitas terbatas oleh hujan.
“Suara ‘bruk’-nya sangat keras. Pengendara di belakang langsung berhenti semua, banyak yang teriak panik,” kata warga sekitar yang turut membantu evakuasi.
Beruntung, Imam dan keluarganya bisa segera diselamatkan oleh warga yang sigap datang membantu. Imam bersama istrinya Siti Fatimah Kautsar (32), serta dua anaknya Shahanah (4) dan Muhammad Kenzi (1), langsung dievakuasi ke Puskesmas Palasari dan Klinik RNA Palasari untuk menjalani pemeriksaan medis.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya luka ringan dan kerusakan pada kendaraan,” ujar Kapolsek Jalancagak Kompol Dede Suherman, A.Md.
Tak lama setelah kejadian, petugas gabungan dari Polsek Jalancagak, BPBD Kabupaten Subang, Damkar, Tagana, Koramil Jalancagak, serta Destana Ciater, langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kapolsek Kompol Dede Suherman memimpin langsung proses pembersihan. Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Subang, Udin, untuk memastikan jalur utama segera kembali normal.
Petugas bekerja cepat menebang batang pohon besar yang melintang di jalan menggunakan gergaji mesin, kemudian menyingkirkan ranting-ranting agar kendaraan bisa melintas kembali. Arus lalu lintas sempat tersendat total selama sekitar 30 menit, namun akhirnya bisa kembali lancar setelah pohon berhasil disingkirkan.
"Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk melakukan pembersihan. Dalam waktu kurang dari satu jam, jalur sudah bisa dilalui kembali,” ungkap Kompol Dede.
Selain itu, pihak kepolisian juga membantu mengatur arus lalu lintas dan menenangkan warga yang sempat berkerumun di lokasi kejadian.
Kapolsek Dede menjelaskan, peristiwa pohon tumbang ini merupakan akibat dari curah hujan tinggi yang disertai angin kencang.
Menurutnya, faktor kondisi tanah yang labil serta usia pohon yang sudah tua juga berkontribusi terhadap tumbangnya batang besar di pinggir jalan tersebut.
“Benar, kejadian disebabkan oleh hujan deras dan angin kencang. Pohon tua di tepi jalan tidak mampu menahan terpaan angin dan akhirnya roboh,” jelas Dede.
Ia juga menambahkan, wilayah Jalancagak dan Ciater termasuk dalam zona rawan bencana hidrometeorologi, terutama pada awal musim hujan.
Karena itu, warga dan pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur yang banyak pepohonan besar.
“Kami imbau warga dan pengendara untuk berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin. Kondisi seperti ini rawan menyebabkan pohon tumbang atau longsor di beberapa titik,” tegasnya.
Kapolsek juga memastikan pihaknya akan terus siaga dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar untuk memetakan titik-titik rawan. Tujuannya agar kejadian serupa bisa dicegah lebih awal,” katanya.
Meski tidak menelan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat Subang untuk selalu waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Kini, setelah evakuasi selesai, jalur utama Jalancagak–Ciater kembali normal dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.(hdi/ysp)
