Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Atlet Paralimpik KBB Jaenal Aripin Sabet Emas di Tunisia

I
Ijang Samsu RijalEditor: Yusup Suparman
|09:23 WIB
Bagikan:
Atlet Paralimpik KBB Jaenal Aripin Sabet Emas di Tunisia
PRESTASI: Atlet paralimpik asal Bandung Barat, Jaenal Aripin, berhasil meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga disabilitas. Atlet paralimpik asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia.

Jaenal sukses mempersembahkan medali emas setelah membawa Tim Nasional Indonesia finis sebagai juara pertama pada nomor Estafet Universal Relay 4x100 meter. Prestasi tersebut menjadi kado istimewa bagi masyarakat Bandung Barat yang tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 daerah tersebut.

Tak hanya menyumbangkan emas, Jaenal juga tampil gemilang pada nomor individu. Ia berhasil meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putra kelas T54 dan medali perunggu pada nomor 400 meter putra kelas T54.

Raihan tiga medali di ajang internasional tersebut menjadi bukti kualitas atlet paralimpik Indonesia yang mampu bersaing di level dunia sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bandung Barat.

Sebelum berlaga di Tunisia, Tim Nasional Atletik Paralimpik Indonesia mendapat sambutan hangat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tunis. Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, bersama jajaran diplomat dan staf KBRI menyambut kedatangan para atlet di Bandara Internasional Carthage, Tunis, pada Sabtu (13/6/2026).

Penyambutan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah Indonesia terhadap perjuangan para atlet yang membawa nama bangsa di panggung internasional.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan merasa senang bisa mendapatkan hasil terbaik di nomor Estafet Universal Relay 4x100 meter bersama tim. Semoga hasil ini menjadi bekal untuk menghadapi Asian Para Games 2026 di Jepang,” ujarnya saat dihubungi melalui sambunga telepon Minggu (21/6/2026).

Menurut Jaenal, tantangan terbesar selama bertanding di Tunisia bukanlah cuaca, melainkan kondisi angin yang cukup kencang, terutama pada sore hari.

“Kondisi cuaca tidak terlalu berpengaruh karena kami dan tim mampu beradaptasi. Namun, tantangan terbesar adalah angin yang cukup besar. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memberikan performa terbaik,” katanya.

Ia menilai keberhasilan meraih medali emas, perak, dan perunggu di Tunisia menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet paralimpik.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi negara, daerah, dan keluarga yang selalu mendukung saya selama proses latihan hingga pertandingan,” ungkapnya.

Jaenal berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi para atlet disabilitas, khususnya di Kabupaten Bandung Barat.

“Proses untuk meraih prestasi tidak mudah. Namun, jika dijalani dengan konsisten, disiplin, tekun, dan selalu berdoa, insyaallah akan ada jalan untuk meraih kesuksesan,” tuturnya.

Terkait keberhasilan tim estafet Indonesia, Jaenal menyebut kekompakan dan chemistry antaratlet menjadi faktor utama yang mengantarkan tim meraih hasil terbaik.

“Kami sudah memiliki komposisi tim yang ideal. Dalam latihan, kami sudah saling memahami karakter masing-masing sehingga chemistry yang terbangun sangat baik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pelatih, pemerintah, serta National Paralympic Committee Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan kariernya.

“Orang tua, istri, anak-anak, pelatih, pemerintah, dan NPCI memiliki peran besar dalam perjalanan karier saya. Dukungan pemerintah sangat penting karena berkaitan dengan fasilitas latihan, sarana prasarana, dan kebutuhan atlet lainnya,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah Jawa Barat, Jaenal berharap perhatian pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas semakin meningkat.

“Saya berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk atlet disabilitas bisa lebih maksimal, terutama menjelang Peparda Jawa Barat. Dukungan pemerintah akan menjadi semangat bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Jaenal berpesan kepada para penyandang disabilitas agar tidak takut mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Jangan pernah takut untuk bergerak dan menyalurkan bakat. Setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi. Tetap optimistis, disiplin, dan jangan pernah menyerah. Selama masih bisa bergerak, teruslah melangkah untuk meraih cita-cita,” pesannya.

Prestasi Jaenal Aripin di Grand Prix Para Athletics 2026 Tunisia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi lahirnya lebih banyak atlet disabilitas berprestasi dari Kabupaten Bandung Barat maupun Indonesia.(ijr/ysp)

Berita Terbaru

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional44 menit lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional1 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle2 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat2 jam lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang3 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle3 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga3 jam lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional4 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta5 jam lalu