Badan Gizi Nasional Lakukan Tindakan Tegas di Purwakarta dan Bandung Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purwakarta serta satu SPPG di Kabupaten Bandung Barat (KBB) karena berbagai pelanggaran.
Di Purwakarta, penghentian sementara dilakukan terhadap 52 SPPG berdasarkan surat BGN Nomor 867/D.TWS/03/2026. Kebijakan ini merupakan pembaruan dari surat sebelumnya Nomor 839/D.TWS/03/2026 setelah dilakukan validasi ulang oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah, membenarkan adanya penghentian tersebut. “Kami menerima surat dari BGN, dan di Purwakarta ada sekitar 52 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya,” ujarnya, Kamis (26/3).
Ia menjelaskan, penghentian sementara dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan, seperti belum mendaftarkan SLHS, tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta tidak tersedia tempat tinggal bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan.
Dengan adanya pembaruan data tersebut, surat penghentian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan diganti dengan penetapan baru. Operasional SPPG yang terdampak akan dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan dipenuhi.
Sementara itu di Bandung Barat, penghentian operasional juga dilakukan terhadap satu SPPG di Pangauban, Kecamatan Batujajar, setelah viralnya video pemilik dapur yang berjoget sambil memamerkan pendapatan hingga Rp6 juta per hari.
Pemilik dapur, Hendrik Irawan, menjadi sorotan publik usai mengunggah konten tersebut. Aksinya dinilai tidak pantas dan melanggar etika serta protokol pelaksanaan program pemerintah.
BGN kemudian mengambil tindakan dengan menangguhkan operasional dapur tersebut.
Hendrik mengaku telah diberhentikan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menyebut tidak memiliki niat merendahkan program pemerintah maupun masyarakat.
“Saya mohon maaf kepada seluruh netizen dan masyarakat. Tidak ada niat sedikitpun dari saya untuk merendahkan program pemerintah maupun masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam video yang diunggah melalui akun TikTok.
Ia juga mengaku terkejut karena persoalan tersebut berdampak besar hingga operasional dapur dihentikan sementara. Akibatnya, sekitar 150 relawan yang terlibat dalam program makan bergizi gratis ikut terdampak.
“Ada sekitar 150 relawan yang kini tidak bisa bekerja, itu yang saya sesalkan,” katanya.
Meski demikian, ia menyatakan menerima kritik sebagai konsekuensi atas tindakannya dan tidak menyalahkan warganet. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada presiden serta pihak terkait dalam program pemenuhan gizi nasional.(mas/ijr/ysp)
