PASUNDANEKSPRES.ID - Subang masih berada dalam ancaman banjir. BPBD Subang mencatat, selama lima tahun terakhir tercatat sebanyak 167 desa terdampak banjir.
Catatan BPBD ini memperlihatkan bagaimana dinamika banjir di Subang terus mengalami fluktuasi mulai dari puncak kejadian pada 2021 yang melanda 118 desa, hingga penurunan signifikan pada 2025 yang menimpa 11 desa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Subang, Udin Jazudin menyampaikan, meskipun terjadi tren penurunan sejak 2023, kondisi geografis dan peningkatan intensitas hujan membuat Subang tetap berada dalam kategori daerah rawan banjir.
“Data lima tahun ini menunjukkan bahwa Subang masih berada dalam lingkaran kerawanan banjir, terutama di wilayah pesisir utara dan daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai besar,” terangnya kepada Pasundan Ekspres.
Memang, kata Udin, ada tren penurunan sejak 2023, tetapi tantangannya tidak berkurang. Perubahan iklim membuat curah hujan semakin tidak menentu, sehingga masyarakat dan pemerintah harus tetap siaga.
“Kami terus memperkuat mitigasi, mulai dari perbaikan infrastruktur pengendali banjir, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga mempercepat sistem peringatan dini,” kata Udin.
Dia menyebut, tren menurun di 2025 bukan berarti aman, melainkan hasil dari kerja keras bersama yang harus dipertahankan agar Subang semakin tangguh menghadapi bencana.(cdp/ysp)