Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Diklaim Bisa Atasi Banjir, Warga Pantura Subang Tagih Janji Pembangunan Embung

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|09:16 WIB
Bagikan:
Diklaim Bisa Atasi Banjir, Warga Pantura Subang Tagih Janji Pembangunan Embung
Suasana banjir di Pantura Subang beberapa waktu lalu.

PASUNDANEKSPRES.ID - Warga Pantura Subang kembali mempertanyakan realisasi pembangunan embung yang hingga kini belum juga terwujud. Warga Kecamatan Pamanukan, Asep Maulana, menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap rencana pembangunan embung yang dinilainya hanya sebatas wacana.

Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu warga sudah diberikan harapan, namun hingga kini belum ada realisasi nyata.

“Sebetulnya pembangunan embung di Pantura Subang ini sudah banyak memberi harapan palsu terhadap warga.

Dari tahun 2019 sampai 2022 sudah digadang-gadang akan segera dibuat, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada juga,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Minggu (1/2/2026).

Dia menyebut, pembangunan embung seharusnya menjadi skala prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, mengingat wilayah Pantura Subang sering dilanda jika musim hujan tiba.

Dengan adanya embung, lanjut Asep, pasokan air yang mengalir ke wilayah utara bisa ditekan sehingga potensi banjir dapat diminimalisir.

“Kalau embung itu dibangun, minimal bisa mengurangi debit air yang langsung mengalir ke Pantura. Dampaknya tentu bisa menekan risiko banjir yang hampir tiap tahun terjadi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Asep menambahkan, keberadaan embung juga sangat dibutuhkan oleh para petani, terutama saat musim kemarau.

Air yang tertampung di embung dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah sehingga mengurangi beban petani ketika pasokan air menipis.

“Embung ini bukan hanya soal banjir, tapi juga menyangkut keberlangsungan pertanian. Saat kemarau, petani sangat terbantu karena masih ada cadangan air,” ucapnya.

Asep pun mendorong pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan embung di wilayah Pantura Subang dan tidak sekadar menjadikannya janji atau wacana semata.

“Intinya, embung di Pantura harus segera dibangun. Jangan hanya jadi harapan palsu atau sekadar hiasan dan bumbu perencanaan. Ini kebutuhan mutlak untuk mengurangi banjir dan membantu para petani,” jelasnya.

Pembangunan Embung Pantura Subang Masih Dikaji

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang masih mengkaji rencana pembangunan embung di wilayah Pantura sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir.

Bupati Reynaldy mengatakan, terkait rencana pembangunan embung, prosesnya masih menunggu hasil kajian teknis dari dinas terkait.

Ia menyebut, jika lahan yang digunakan masih sama dengan rencana sebelumnya, pembangunan bisa dipercepat tanpa perlu penyusunan detail engineering design (DED) baru.

“Kalau tanahnya masih menggunakan tanah yang lama, tidak perlu DED baru. Kita bisa langsung eksekusi. Ini saya juga sedang menunggu laporan dari dinas terkait untuk melihat kajiannya seperti apa,” jelasnya.

Bupati Subang menegaskan, selain embung, normalisasi sungai justru menjadi kebutuhan paling mendesak di kawasan tersebut.

“Nanti kita usahakan untuk bisa dibangunkan embung di Pantura. Tapi sebenarnya bukan cuma embung, bagaimana sungai-sungai yang ada di sini bisa dinormalisasi itu yang paling penting,” ujar Reynaldy kepada Pasundan Ekspres saat meninjau wilayah terdampak banjir, belum lama ini.

Menurut Reynaldy, normalisasi sungai di Pantura bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah, melainkan berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kondisi tersebut membuat ruang gerak Pemkab Subang terbatas.

“Itu kewenangannya BBWS. Kita juga bingung, kalau kita intervensi bisa bermasalah secara hukum, karena itu bukan kewenangan saya. Nanti bisa jadi temuan BPK dan saya sendiri yang dilaporkan,” terangnya.

Meski demikian, Reynaldy menyebut, pihaknya terus berupaya mendorong agar BBWS dapat bekerja lebih maksimal dan sejalan dengan kebutuhan daerah.

Pemkab Subang, kata dia, tetap melakukan langkah-langkah yang masih berada dalam koridor kewenangannya.

“Salah satu upaya yang saya lakukan, saya sudah membuat sodetan di beberapa titik. Kalau saya tidak buat sodetan, banjir hari ini bisa lebih parah. Tapi kewenangan saya memang hanya sebatas itu,” ucapnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional1 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional1 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang4 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat4 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang4 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle5 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle6 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle6 jam lalu