Dua Pasang Calon Pengantin Purwakarta Nikmati Program "Nikah Hemat"

PASUNDANEKSPRES.ID - Dua pasang calon pengantin tampak turun dari dua mobil yang datang beriringan di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwakarta untuk nikmati program nikah hemat , Senin (27/4/2026).
Senyum kedua pasangan itu langsung terpancar saat kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein.
Kedua pasangan itu adalah Muhammad Yusup - Anisa Solihat dan Dani Sanjaya - Astri Gilang Ainun. Mereka tiba di KUA diantar mobil milik Pemkab Purwakarta. Mereka pun bersiap menjalani akad nikah di KUA.
Meski digelar sederhana, momen sakral tersebut terasa istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Om Zein dan para pejabat daerah.
Tanpa hiruk-pikuk pesta besar, tanpa tenda dan deretan hidangan, prosesi pernikahan berlangsung sederhana di Kantor KUA.
Fasilitas telah disiapkan, mulai dari rias pengantin hingga kendaraan, semuanya ditanggung oleh Pemkab Purwakarta dan Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta bagi pengantin yang akan menikah di KUA.
Program “Nikah Hemat” yang digagas Pemkab bersama Kemenag ini menjadi jawaban atas fenomena sosial yang kian marak, yaitu pesta pernikahan di tengah kondisi terbatasnya ekonomi.
Om Zein menegaskan bahwa program ini tak hanya menekan efisiensi biaya, melainkan upaya preventif agar masyarakat tidak terjerat utang pasca-pernikahan.
"Banyak yang memaksakan diri. Ingin hajatan besar, ingin terlihat meriah, padahal kemampuan terbatas. Akhirnya pinjam ke sana-sini, ke pinjol, koperasi, bahkan tetangga," kata Om Zein di sela kegiatan.
Usai pesta pernikahan, sambung Om Zein, berharap amplop dari tetamu undangan bisa menutupi pengeluaran. Tapi kenyataannya tidak, hingga akhirnya jadi beban, konflik rumah tangga, bahkan bisa berujung perceraian.
Nikah Hemat di KUA Tak Perlu Biaya Apapun
Adapun Nikah Hemat di KUA, prosesi akad tetap berjalan khidmat di ruangan yang telah tertata rapi. Pengantin tidak perlu repot memikirkan konsumsi atau logistik acara. Alih-alih mengeluarkan biaya, pasangan justru pulang membawa amplop.
"Ini benar-benar paket hemat. Tidak keluar biaya, tapi tetap sah, layak, dan membahagiakan. Tidak perlu woro-woro di TOA masjid atau pun bikin kartu undangan, cukup dengan memanfaatkan media sosial," ujar Om Zein.
Ia pun menegaskan bahwa program ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terkait makna pernikahan. Menurutnya, kebahagiaan tidak harus diukur dari kemewahan acara, melainkan kesiapan membangun rumah tangga.
Salah satu pasangan pengantin, Muhammad Yusup dan Anisa Solihat, mengaku mengetahui program ini justru dari media sosial. Berawal dari rasa penasaran setelah melihat unggahan di TikTok, mereka kemudian mendaftar dan mengikuti seluruh prosedur.
"Awalnya lihat di TikTok, terus coba daftar. Alhamdulillah semua difasilitasi, dari rias, mobil, sampai pulang juga dikasih uang. Jadi benar-benar nol rupiah," ucap Yusup.
Ia mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah atas program tersebut.(add)
