Harga Emas di Pegadaian Kembali Naik, Antam Pimpin Penguatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga emas di Pegadaian kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Rabu pagi (8/4/2026). Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian pukul 07.35 WIB, tiga produk emas populer Antam, UBS, dan Galeri24 kompak mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada emas Antam. Harga emas produksi Antam kini dibanderol Rp2.964.000 per gram, atau naik Rp19.000 dari posisi Selasa (7/4) di angka Rp2.945.000 per gram.
Sementara itu, emas UBS dan Galeri24 masing-masing mengalami kenaikan sebesar Rp5.000. Emas UBS kini berada di level Rp2.879.000 per gram, sedangkan Galeri24 di angka Rp2.865.000 per gram.
Rincian Harga Emas per Gram
Berikut daftar harga emas di Pegadaian hari ini:
-
Antam: Rp2.964.000 (naik Rp19.000)
-
UBS: Rp2.879.000 (naik Rp5.000)
-
Galeri24: Rp2.865.000 (naik Rp5.000)
Pilihan Investasi Beragam
Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran emas untuk kebutuhan investasi masyarakat:
-
Galeri24: mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram
-
UBS: tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram
-
Antam: tersedia di kanal digital Sahabat Pegadaian dari 0,5 gram hingga 100 gram
Harga emas di Pegadaian bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan domestik.
Daftar Harga Lengkap (Ringkasan)
Galeri24
-
0,5 gram: Rp1.503.000
-
1 gram: Rp2.865.000
-
10 gram: Rp28.023.000
-
100 gram: Rp278.363.000
Antam
-
0,5 gram: Rp1.534.000
-
1 gram: Rp2.964.000
-
10 gram: Rp29.115.000
-
100 gram: Rp290.381.000
UBS
-
0,5 gram: Rp1.556.000
-
1 gram: Rp2.879.000
-
10 gram: Rp28.085.000
-
100 gram: Rp279.620.000
ETF Emas Ditargetkan Meluncur Kuartal II 2026
Di sisi lain, kabar positif datang dari pasar modal. Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, optimistis instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) emas dapat diluncurkan pada kuartal II 2026.
Menurutnya, saat ini sejumlah manajer investasi tengah mempersiapkan produk tersebut. “Kami optimistis kuartal kedua ini ETF emas bisa terbit,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta.
Senada, Otoritas Jasa Keuangan melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hasan Fawzi, menyebut pihaknya sedang merampungkan persiapan peluncuran instrumen tersebut.
ETF emas diharapkan menjadi inovasi penting dalam pendalaman pasar modal Indonesia, sekaligus membuka alternatif investasi baru bagi investor domestik. Saat ini, setidaknya tiga calon penerbit ETF emas telah menyatakan minat dan tengah mempersiapkan produknya sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan tren harga yang terus menguat dan hadirnya instrumen investasi baru, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan menarik bagi masyarakat dalam menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi global.
