Harga Minyak Dunia Diprediksi Naik hingga Selat Hormuz Kembali Normal

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga minyak dunia diperkirakan masih akan mengalami kenaikan dalam beberapa minggu ke depan seiring belum normalnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kondisi ini dinilai menjadi faktor utama yang menahan pasokan minyak global.
Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menyatakan bahwa harga energi berpotensi tetap tinggi hingga jalur pelayaran di kawasan tersebut kembali beroperasi secara signifikan. Hal itu ia sampaikan dalam forum Semafor World Economy di Washington, Senin (13/4).
“Kita akan melihat harga energi tetap tinggi dan bahkan mungkin terus naik sampai kita mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz,” ujarnya.
Menurut Wright, puncak harga minyak kemungkinan akan terjadi saat distribusi melalui jalur tersebut kembali normal. Ia memperkirakan kondisi tersebut bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent justru tercatat mengalami penurunan sekitar 2 persen menjadi USD 97 per barel pada Selasa (14/4), berdasarkan data Tradingeconomics.
Penurunan ini terjadi setelah adanya laporan mengenai kemungkinan negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran.
Negosiasi tersebut disebut bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang, sebelum masa gencatan senjata sementara selama dua minggu berakhir.
Harapan akan meredanya ketegangan geopolitik ini memberikan sentimen positif bagi pasar, sehingga menekan harga minyak untuk sementara waktu.
Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan perkembangan lebih lanjut terkait stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya normalisasi distribusi minyak melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur paling vital bagi pasokan energi dunia.
