Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jejak Lembang: Pernah Menjadi Nama Desa, Kecamatan, Kawedanaan dan Distrik

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|09:02 WIB
Bagikan:
Jejak Lembang: Pernah Menjadi Nama Desa, Kecamatan, Kawedanaan dan Distrik
SEJARAH: Foto daerah Lembang yang diambil tahun 1930. Lembang adalah nama sebuah desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, bahkan pernah menjadi nama kewedanaan dan distrik.

PASUNDANEKSPRES.ID - Lembang adalah nama sebuah desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, bahkan pernah menjadi nama kewedanaan dan distrik. Hari ini Lembang menjadi destinasi favorit dengan beragam pilihan, salah satunya adalah destinasi wisata sejarah.

Anna Joestiana, Ketua Relawan Peduli Bencana Lembang dan Pemerhati Sejarah Lembang

Jejak-jejak prasejarah dibuktikan dengan ditemukannya sebaran situs batu obsidian, tempat sembahyang (kabuyutan), patilasan, dan makam leluhur. Seperti situs seperti Situs Buniwangi, Situs Cibengang, Situs Carinin Tilu, Situs Pasir Panyandaan, Situs Sentakdulang, Situs Cisebel, Situs Batulonceng, Situs Puncak G. Bukit Tunggul, dan Situs Puncak G. Palasari. Menurut Garbi Cipta Perdana, dkk. (2020), semua situs tersebut dikelompokkan dalam Kabuyutan Bandung Utara.

Situs lainnya terdapat di sisi utara tepian Danau Bandung Purba yang terkonsentrasi di timur laut, seperti Situs Punclut, Situs Pakar, Situs Bukit Tunggul/Unggul, Situs Batu Lonceng, Situs Palintang, Situs Sentakdulang, Situs Pasir Panyandakan, dan Situs Cibangkonol. Menurut Nurul Laili dkk. (2022) berdasarkan batas administrasinya, maka sebaran situs batu obsidian tersebut terbagi di 3 kecamatan, yaitu Lembang, Cilengkrang dan Cimenyan.

Di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, terdapat Situs Buniwangi yang terdiri dari patilasan Prabu Siliwangi, makam keramat, dan mata air Tujuh Pancuran. Menurut kuncen, lokasi makam keramat tersebut dimiliki oleh Kentringmanik atau Nyi Ken Buniwangi yaitu Dewi penguasa mata air (Bron-godin) Sungai Citarum dan merupakan permaisuri Prabu Siliwangi. (W. H. Hoogland, Mooi Bandoeng, 1937)
Selanjutnya di Cibodas-Lembang terdapat petilasan Dipati Ukur (Lubis, 2003:16). Menurut Lismiyati (2016), di tahun 1627, saat berselisih dengan VOC dan Mataram, Dipati Ukur bersama pasukannya harus berpindah-pindah tempat. Jejak perpindahannya selain di Culanagara, Gunung Leutik ke Ciparay, juga di perbukitan Ci Panjalu dan Ci Patapaan, sekitar wilayah kampung Palintang saat ini.

Pada tahun 1713, nama “Lembang” tertulis sebagai nama tempat untuk melakukan pendakian mencari belerang ke Gunung Tangkuban Parahu. Hal ini berdasarkan catatan Abraham Van Riebeeck, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-18 yang dimuat di harian Bataviaasch nieuwsblad, 14 Mei 1925 : “Kita dapat melihat Tangkoeban Prahoe sepanjang hari, namun untuk mendakinya dibutuhkan kaki yang kokoh dan waktu yang banyak. Pertama naik ke Lembang lalu naik kuda dan saat kondisi jalur mulai parah, harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, yang memakan waktu 21 jam lagi dari tempat itu.”

Abraham Van Riebeeck adalah orang pertama (selain pribumi) yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Tangkuban Parahu dan juga orang yang pertama kali menulis nama “Lembang”.

Pada akhir abad 18 dan awal abad 19 M, nama “Kebon Hui” (Parongpong) muncul sebagai bagian dari komunitas muslim yang dirintis oleh keluarga Bani Yahya. Selanjutnya keluarga inilah yang melakukan penyebaran Islam ke wilayah sekitarnya, yaitu Panyandaan Cisarua, Kebonhui, Cigugur Girang-Parongpong dan Parigilame, dan Ciwaruga-Parongpong.  (sumber dari arsip silsilah keluarga besar Bani Yahya bin Abdul Jabbar, Ajid Hakim dan Samsudin 2020).

Selanjutnya pada tahun 1811, nama “Lembang” muncul saat berstatus sebagai ibukota Distrik Oedjoengbroeng Kaler. Saat itu Gubernur Jenderal Raffles membagi wilayah Oedjoengbroeng secara horizontal menjadi Distrik Oedjoengbroeng Kaler beribukota di Lembang dan Distrik Oedjoengbroeng Kidoel beribukota di Oedjoengbroeng (sekitar balai kota sekarang).

Di Jayagiri Lembang terdapat monumen Junghuhn. Sejarahnya berawal saat Junghuhn bersama Asisten Residen Nagel antara 23-26 Juli 1837 melakukan perjalanan ke Cisondari-Gunung Tangkubanparahu dan beberapa tempat lainnya. Catatan ditulis tanggal 20 Agustus 1843, kemudian diumumkan dalam Indisch Magazijn pada 1844. Catatannya berisi penemuan reruntuhan ‘peradaban Hindu’ (Hindoe-oudheden) di Pasir Cipanjalu dan Pasir Pamoyanan.

Akhirnya tanggal 15 Juli 1857, Junghuhn sekeluarga pindah ke Lembang sampai lahir anak pertamanya pada 24 Agustus 1857, bernama Frans Lodewijk Christiaan. Sesuai dengan peta Kaart van de residentie Preanger Regentschappen, no. II. tahun 1857, nama “Lembang” saat itu tertulis sebagai nama sebuah desa.(*)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional2 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional2 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang4 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat4 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang4 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle5 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle6 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle7 jam lalu