Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jelang Hari Buruh Internasional, Para Pekerja Tolak PHK dan Sistem Kontrak

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:56 WIB
Bagikan:
Jelang Hari Buruh Internasional, Para Pekerja Tolak PHK dan Sistem Kontrak
JELANG HARI BURUH: Sejumlah buruh di Bandung Barat melakukan aksi demo di kawasan DPRD KBB pada Senin (27/4/2026). Aksi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Wabup dan Ketua DPRD Bandung Barat Siap Kawal Aspirasi

Gelombang protes buruh mulai terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Ribuan buruh yang tergabung dalam DPC KSPSI memadati kawasan DPRD KBB, Senin (27/4/2026), membawa spanduk kecaman dan meneriakkan tuntutan keras.
Mulai dari hentikan PHK, hapus outsourcing, serta bongkar praktik ketenagakerjaan yang dinilai menindas buruh. Aksi besar ini menjadi alarm serius bagi pemerintah menjelang peringatan Hari Buruh Internasional ( May Day ) 2026.

Koordinator aksi, Kiky Saputra, menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, serta penolakan terhadap aturan pajak progresif JHT BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja.

Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang PP Nomor 28 Tahun 2024 terkait penggunaan cukai gula, garam, dan lemak pada industri makanan dan minuman.

Tak hanya itu, mereka turut menuntut penghentian impor barang jadi, khususnya produk tekstil dan garmen, yang dianggap telah memukul industri dalam negeri.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, serta perwakilan Sekretariat DPRD.

Hari Buruh Internasional Jadi Sinyal Meningkatnya Tekanan Terhadap Pemerintah

Dalam orasinya, Kiky juga menyoroti dugaan praktik “perbudakan modern” di sektor ketenagakerjaan. Ia mengungkap adanya skema perekrutan pekerja melalui yayasan, dengan pembayaran upah yang tidak sesuai standar.

“Perusahaan membayar sesuai UMK ke yayasan, tapi pekerja menerima di bawah UMK. Ini bentuk ketidakadilan yang harus segera ditindak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyatakan pemerintah daerah akan merespons tuntutan buruh, khususnya yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat.

Menurutnya, Pemkab Bandung Barat akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, untuk memastikan validitas data kepesertaan yang hingga kini masih belum sepenuhnya akurat.

“Permasalahan utama ada pada data. Kami akan mendorong validasi bersama Disdukcapil agar seluruh pekerja yang berhak benar-benar terakomodasi,” kata Asep.

Ia menegaskan, penganggaran program ketenagakerjaan harus berbasis data yang valid agar tidak terjadi kekeliruan dalam implementasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Bandung Barat, Muhammad Mahdi, menegaskan pihaknya akan mengawal seluruh aspirasi buruh melalui koordinasi dengan komisi terkait, khususnya Komisi IV.

Ia bahkan membuka kemungkinan membawa perwakilan buruh ke DPR RI agar kondisi riil di daerah dapat disampaikan langsung kepada pemerintah pusat.

“Kalau hanya kami yang menyampaikan, dampaknya berbeda. Tapi jika buruh hadir langsung, mereka bisa melihat kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

DPRD, lanjut Mahdi, berkomitmen mengakomodasi aspirasi masyarakat selama berkaitan dengan kepentingan publik dan didukung kebijakan anggaran daerah.

Selain itu, DPRD juga akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap perusahaan yang diduga melanggar aturan ketenagakerjaan.

“Semua harus berbasis data. Kami tidak ingin hanya berdasarkan rumor. Karena itu, koordinasi lintas komisi akan terus dilakukan,” katanya.

Aksi buruh di Bandung Barat ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan terhadap pemerintah menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.(ijr/ysp)

Berita Terbaru

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat49 menit lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta1 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang1 jam lalu
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang1 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta2 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta2 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang2 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang2 jam lalu
SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

Riset dan Inovasi2 jam lalu