Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kasus DBD di Subang Mulai Menurun pada Juli 2025

C
|08:41 WIB
Bagikan:
Kasus DBD di Subang Mulai Menurun pada Juli 2025
FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Subang saat melakukan fogging di pemukiman rumah warga, beberapa waktu lalu. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

SUBANG-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengalami penurunan pada Juli 2025. Jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 54 orang, menurun dari bulan Juni yang mencapai 152 orang.

Meski trend penderita DBD mengalami penurunan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, potensi penyebaran DBD masih ada.  

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi mengatakan, sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 601 kasus DBD di Kabupaten Subang. Adapun sebarannya per bulan yakni Januari sebanyak 60 kasus, Februari 90 kasus, Maret 45 kasus, April 49 kasus, Mei terjadi lonjakan menjadi 152 kasus, kemudian Juni 147 kasus, dan menurun drastis pada Juli menjadi 54 kasus.

“Dari total 601 kasus tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Korban berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari balita hingga dewasa,” ungkap dr. Maxi saat ditemui, Selasa (22/7/2025).

Menurutnya, lonjakan kasus pada bulan Mei dan Juni dipicu oleh perubahan musim serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Namun, lanjut Maxi, upaya penanganan yang dilakukan secara menyeluruh berhasil menurunkan jumlah kasus pada bulan Juli.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan, mulai dari fogging fokus, pemberdayaan kader jumantik, edukasi di sekolah-sekolah, hingga sosialisasi 3M Plus,” tambahnya.

Dia mengimbau seluruh warga Subang untuk ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Tren boleh menurun, tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. DBD masih menjadi ancaman serius jika kita lengah,” pungkasnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta3 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang4 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga5 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle5 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang6 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle6 jam lalu