Kebakaran di Pabrik BYD Dipicu Puntung Rokok

PASUNDANEKSPRES.ID – Kebakaran terjadi di area atap lantai empat bangunan pabrik BYD di kawasan Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu siang (3/6/2026). Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 20 menit tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Kanit Reskrim Polsek Cipeundeuy Inspektur Dua Ary Kurniawan mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Setelah menerima laporan, personel TNI, Polri, dan tim keamanan perusahaan langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi pekerja, serta mensterilkan area gedung.
“Personel TNI-Polri bersama tim security BYD melaksanakan pengamanan, evakuasi, dan sterilisasi gedung terhadap karyawan BYD maupun pekerja konstruksi yang berada di lokasi kejadian,” kata Ary saat dikonfirmasi, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Ary, dua unit mobil pemadam kebakaran milik kawasan industri Subang Smartpolitan diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar material di bagian atap bangunan. Api berhasil dikendalikan pada pukul 14.37 WIB dengan bantuan alat pemadam api ringan (APAR).
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang mengenai material mudah terbakar di area konstruksi.
“Kebakaran terjadi akibat hawa panas pada material styrofoam dan lapisan aspal pelindung yang diduga dipicu oleh puntung rokok pekerja konstruksi di atap gedung,” ujar Ary.
Sempat Hentikan Aktivitas Pabrik BYD
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sebagian lapisan aspal pelindung di area atap dan sempat menghentikan aktivitas pabrik untuk sementara. Namun, kondisi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang Dede Rosmayadi membenarkan adanya kebakaran di pabrik BYD. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang tidak menerjunkan personel maupun armada ke lokasi karena kawasan industri tersebut memiliki fasilitas pemadam kebakaran internal.
“Betul ada kebakaran di BYD. Namun kami tidak ke lokasi karena kawasan Smartpolitan sudah memiliki unit mobil serta petugas pemadam kebakaran sendiri,” kata Dede.
Ia mengatakan sistem tanggap darurat yang dimiliki kawasan industri memungkinkan penanganan cepat sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Hingga Kamis sore, pihak BYD belum menyampaikan keterangan resmi terkait nilai kerugian maupun dampak operasional akibat kebakaran tersebut.(cdp/ysp)
