Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kebakaran di Pabrik BYD Dipicu Puntung Rokok

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:10 WIB
Bagikan:
Kebakaran di Pabrik BYD Dipicu Puntung Rokok
KEBAKARAN: Insiden kebakaran terjadi di area atap lantai empat bangunan pabrik kendaraan listrik BYD di kawasan Subang Smartpolitan pada Rabu siang (3/6/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID – Kebakaran terjadi di area atap lantai empat bangunan pabrik BYD di kawasan Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu siang (3/6/2026). Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 20 menit tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Kanit Reskrim Polsek Cipeundeuy Inspektur Dua Ary Kurniawan mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Setelah menerima laporan, personel TNI, Polri, dan tim keamanan perusahaan langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi pekerja, serta mensterilkan area gedung.

“Personel TNI-Polri bersama tim security BYD melaksanakan pengamanan, evakuasi, dan sterilisasi gedung terhadap karyawan BYD maupun pekerja konstruksi yang berada di lokasi kejadian,” kata Ary saat dikonfirmasi, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Ary, dua unit mobil pemadam kebakaran milik kawasan industri Subang Smartpolitan diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar material di bagian atap bangunan. Api berhasil dikendalikan pada pukul 14.37 WIB dengan bantuan alat pemadam api ringan (APAR).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang mengenai material mudah terbakar di area konstruksi.

“Kebakaran terjadi akibat hawa panas pada material styrofoam dan lapisan aspal pelindung yang diduga dipicu oleh puntung rokok pekerja konstruksi di atap gedung,” ujar Ary.

Sempat Hentikan Aktivitas Pabrik BYD

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sebagian lapisan aspal pelindung di area atap dan sempat menghentikan aktivitas pabrik untuk sementara. Namun, kondisi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang Dede Rosmayadi membenarkan adanya kebakaran di pabrik BYD. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang tidak menerjunkan personel maupun armada ke lokasi karena kawasan industri tersebut memiliki fasilitas pemadam kebakaran internal.

“Betul ada kebakaran di BYD. Namun kami tidak ke lokasi karena kawasan Smartpolitan sudah memiliki unit mobil serta petugas pemadam kebakaran sendiri,” kata Dede.

Ia mengatakan sistem tanggap darurat yang dimiliki kawasan industri memungkinkan penanganan cepat sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

Hingga Kamis sore, pihak BYD belum menyampaikan keterangan resmi terkait nilai kerugian maupun dampak operasional akibat kebakaran tersebut.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional9 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional11 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang11 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle12 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang12 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang12 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional12 jam lalu
Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Nasional13 jam lalu