Pemkab Dorong Mahasiswa IPB Inovasi Berbasis Potensi Lokal

SUBANG – Mahasiswa IPB inovasi berbasis potensi lokal menjadi fokus program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Tahun 2026 yang resmi diterima Pemerintah Kabupaten Subang. Sebanyak 160 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 20 desa pada empat kecamatan selama 40 hari.
Penerimaan mahasiswa KKNT Inovasi IPB berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Senin (6/7/2026). Rombongan civitas akademika IPB diterima langsung oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., didampingi Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar, S.STP. Sementara dari pihak IPB hadir Wakil Dekan Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI), Prof. Dr. Anang Kurnia, S.Si., M.Si., beserta jajaran dosen pembimbing.
KKNT Inovasi IPB Tahun 2026 mengusung tema "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience". Tema tersebut dinilai selaras dengan karakteristik Kabupaten Subang yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga kawasan pesisir.
Program pengabdian masyarakat tersebut akan berlangsung mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebelum diterjunkan ke desa-desa, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai arah pembangunan daerah, potensi wilayah, serta tantangan pembangunan di Kabupaten Subang dari Bapperida.
Sebanyak 160 mahasiswa akan ditempatkan di 20 desa yang tersebar di Kecamatan Ciater, Kasomalang, Cikaum, dan Patokbeusi. Keempat kecamatan tersebut dipilih karena memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, sentra pertanian, hingga wilayah pesisir dan kawasan agromaritim, sehingga dinilai menjadi laboratorium yang tepat bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
Wakil Dekan SSMI IPB, Prof. Anang Kurnia, mengatakan program KKNT merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu pengetahuan bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kami menyerahkan mahasiswa KKNT IPB Tahun 2026 dengan jumlah 160 mahasiswa," ujar Prof. Anang.
Ia berharap berbagai program yang akan dijalankan mahasiswa mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
"Harapan kami, program yang dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat," katanya.
Selain menjadi media pengabdian, Prof. Anang menilai KKNT juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung.
"Manfaatkanlah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Ini merupakan sarana latihan untuk benar-benar berinteraksi bersama masyarakat," pesannya kepada para peserta.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan apresiasi kepada IPB yang kembali mempercayakan Kabupaten Subang sebagai lokasi pelaksanaan KKNT Inovasi.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi peluang bagi daerah untuk memperoleh berbagai gagasan baru dalam mengembangkan potensi lokal.
"Merupakan kehormatan sekaligus kesempatan yang sangat berharga bagi Kabupaten Subang untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan," ujar Kang Akur.
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang bersifat seremonial, tetapi benar-benar mampu memetakan potensi desa, memahami kebutuhan masyarakat, kemudian menawarkan inovasi yang aplikatif dan dapat diterapkan setelah program berakhir.
Kang Akur juga mengingatkan agar masyarakat ditempatkan sebagai mitra utama dalam setiap kegiatan pengabdian.
"Jadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjalankan tugas dan menggali potensi lokal. Identifikasi apa saja potensi yang dapat dikembangkan dan inovasi apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan potensi tersebut," pesannya.
Menurutnya, potensi besar Kabupaten Subang di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, hingga kawasan pesisir membutuhkan dukungan inovasi agar mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemkab Subang berharap hasil-hasil kajian dan inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai laporan akademik, melainkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, turut memberikan pembekalan kepada seluruh peserta mengenai arah kebijakan pembangunan daerah agar program kerja yang disusun mahasiswa selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Subang.
Pelaksanaan KKNT Inovasi IPB Tahun 2026 juga akan dikoordinasikan oleh Dr. Ir. Swastiko Priyambodo, M.Si., sebagai Koordinator Wilayah, guna memastikan seluruh program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di desa-desa lokasi pengabdian.
Sebagai penanda dimulainya program, dilakukan penandatanganan Berita Acara Penyerahan Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Tahun 2026 antara Wakil Dekan SSMI IPB Prof. Anang Kurnia dengan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara IPB dan Pemerintah Kabupaten Subang dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Subang berharap kehadiran mahasiswa IPB mampu menghadirkan inovasi berbasis riset yang dapat membantu menjawab berbagai persoalan pembangunan, memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat agromaritim, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan Kabupaten Subang yang maju, unggul, kompetitif, dan berkelanjutan.(ysp)
