Perbaikan Tol Japek II Selatan Segera Rampung, Kapolda Jabar Beri Kepastian Saat Melakukan Pengecekan Langsung

PASUNDANEKSPRES.ID - Polda Jawa Barat memastikan perbaikan di ruas Tol Japek II Selatan segera rampung, paling lambat pada 15 Maret 2026.
Jalur tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat arus balik Lebaran.
Kepastian itu disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, saat melakukan pengecekan langsung ke jalur fungsional Tol Japek II Selatan, di wilayah Kecamatan Sadang, Kabupaten Purwakarta, Rabu (11/3/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur tersebut sebelum digunakan pada periode mudik dan balik Idulfitri 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat masih terlihat bekerja di beberapa titik jalur tol. Para pekerja juga tampak menyelesaikan tahap pengecoran di beberapa bagian jalan yang sebelumnya belum rampung.
Meski demikian, secara umum kondisi jalur sudah mulai terbentuk dengan badan jalan yang cukup lebar dan memanjang membelah kawasan perbukitan.
Rudi mengatakan, pihaknya ingin memastikan langsung kesiapan jalur fungsional tersebut sebelum digunakan masyarakat.
Ia menyebutkan, masih terdapat beberapa pekerjaan minor seperti pengecoran yang saat ini sedang diselesaikan oleh pihak pengelola jalan tol.
"Pengerjaannya ada beberapa yang kurang seperti pengecoran dan insyaallah bisa selesai sebelum 15 Maret 2026," kata Rudi kepada wartawan di lokasi.
Tol Japek II Selatan ini memiliki panjang sekitar 52 kilometer yang menghubungkan wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta hingga Setu, Bekasi.
Jalur tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.
Menurut Rudi, dibukanya jalur fungsional ini akan dilakukan secara situasional, terutama jika terjadi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di sekitar Kilometer 66 yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan.
"Jalur ini sebagai jalur alternatif. Ketika nanti ada kepadatan di KM 66 dari arah Bandung menuju Jakarta, kita bisa memanfaatkan jalur ini untuk memecah arus kendaraan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kendaraan dari arah Bandung yang menuju Jakarta maupun daerah setelah Jakarta dapat dialihkan melalui jalur tersebut.
Di sepanjang jalur itu juga tersedia tiga gerbang keluar yang bisa digunakan pengendara. Wilayah pengamanan Polda Jabar di jalur tersebut nantinya berakhir di kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi, sebelum dilanjutkan oleh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kapolda juga memastikan bahwa titik longsoran yang sempat terjadi sebelumnya di jalur tersebut kini telah ditangani.
"Untuk longsor yang terjadi kemarin sudah diatasi," ucapnya menegaskan.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung juga tengah disiapkan, seperti toilet mobile, petunjuk lokasi pengisian bahan bakar, serta pos pengamanan dari Polda Jawa Barat di beberapa titik jalur.
Rudi menambahkan, jalur fungsional Japek II Selatan berpotensi digunakan saat arus mudik jika terjadi kepadatan kendaraan. Namun pemanfaatannya akan lebih difokuskan pada periode arus balik Lebaran.
"Kalau nanti pada masa mudik ada kepadatan, jalur ini sudah bisa digunakan. Tetapi akan lebih difokuskan pada masa arus balik," ujarnya.
Sementara itu, terkait kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jawa Barat, Kapolda menyebutkan pihaknya telah mematangkan berbagai persiapan melalui rapat kerja fungsi lalu lintas sebagai bagian dari Operasi Ketupat 2026.
Dalam operasi tersebut, terdapat lima klaster pengamanan yang menjadi perhatian utama, yakni jalur tol, jalan arteri khususnya jalur selatan, tempat wisata, tempat ibadah, serta titik penyeberangan seperti bandara dan pelabuhan.
Melalui kesiapan tersebut, Polda Jabar berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.(add/ysp)
