Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan Makanan Usai Santap Menu MBG, Pihak Istana Buka Suara

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|10:39 WIB
Bagikan:
Puluhan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan Makanan Usai Santap Menu MBG, Pihak Istana Buka Suara
Ilustrasi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) (Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengalami keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala SD Negeri Dukuh 03, Lilik Kurniasih, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat anak-anak tengah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis.

Diketahui, makanan tersebut tiba di sekolah pada pukul 09.00 WIB kemudian para siswa menyantap makanan tersebut. 

Namun, sekitar 10 siswa mengeluhkan gejala pusing, mual dan muntah setelah menyantap menu MBG.

Pihak sekolah langsung menghubungi tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dan petugas kesehatan dari Puskesmas Sukoharjo Kota.

"Tadi langsung ditangani oleh petugas, dan langsung diberi obat. Alhamdulillah langsung tertangani," ucap Lilik, Kamis (16/1).

Dugaan sementara puluhan siswa SD Negeri Dukuh 03 Sukoharjo mengalami keracunan makanan disebabkan proses pemasakan ayam yang kurang matang.

Sementara itu, Kantor Komunikasi Kepresidenan buka suara soal adanya laporan puluhan siswa di SDN Dukuh 03 Sukoharjo mengalami keracunan makanan pada Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Komunikasi Presiden Hasan Nasbi mengatakan bahwa jumlah terakhir siswa yang mengalami gejala keracunan sebanyak 40 siswa.

"Ada kejadian di salah satu sekolah yang dilayani oleh Sukoharjo, 40 anak yang memakan ayam yang dimarinasi mengalami mual dan muntah-muntah," ucap Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1).

Usai kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melaporkan kepada SPPG dan petugas kesehatan sehingga para siswa yang mengalami gejala keracunan dapat ditangani.

Selain itu, makanan tersebut langsung ditarik oleh SPPG dan diganti dengan menu lain.

"Makanan langsung ditarik oleh SPPG dan kemudian diganti dengan menu lain. SOP lainnya yang diterapkan oleh BGN adalah bahwa di setiap SPPG harus menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam," jelasnya.

Hasan memastikan kondisi 40 siswa yang mengalami keracunan makanan telah membaik.

"Anak-anak ini sudah ditangani dan diobati di puskesmas terdekat dan keadaannya sudah kembali membaik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/1).

Kepala Komunikasi Presiden itu memastikan bahwa pemerintah menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis untuk ke depannya. (inm)

Berita Terbaru

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang1 jam lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional10 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional12 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang12 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang12 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle13 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang13 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang13 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional13 jam lalu