Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Rp1.000 dari Siswa Bisa Jadi Kekuatan Bangun Sekolah, BAZNAS Subang Gerakkan Infak Goes to School

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|10:00 WIB
Bagikan:
Rp1.000 dari Siswa Bisa Jadi Kekuatan Bangun Sekolah, BAZNAS Subang Gerakkan Infak Goes to School
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, M.Ag bersama jajaran saat sosialisasi program infak Goes to school.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Hanya Rp1.000 mungkin terlihat kecil. Namun jika dikumpulkan dari ribuan siswa di Kabupaten Subang, nominal tersebut bisa berubah menjadi kekuatan besar untuk membangun kepedulian sekaligus membantu kebutuhan sarana pendidikan. Semangat itulah yang kini didorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang melalui program Infak Goes to School. Program ini tidak semata-mata mengejar besarnya dana yang terkumpul, tetapi menanamkan kebiasaan berbagi sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, M.Ag mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter anak melalui kebiasaan berinfak.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak juga harus dibentuk memiliki sikap, etika, kepedulian dan kemampuan untuk berbagi dengan sesama.

“Seorang anak mungkin hanya mampu menyisihkan Rp1.000. Tetapi yang kita bangun bukan sekadar nominalnya, melainkan pembiasaan dan kesadarannya,” ujar Sukandar saat du wawancarai Wartawan Pasundan Ekspres pada Selasa (15/9/2026). 

Ia menegaskan, tidak ada nominal yang dipaksakan dalam program tersebut. Infak harus lahir dari kesadaran dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

“Kalau punya Rp500, ya Rp500. Kalau punya Rp1.000, ya Rp1.000. Jangan dipaksa. Yang penting adalah kesadarannya,” katanya.

Menurut Sukandar, pembiasaan sejak dini diharapkan terus terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Ketika kelak memiliki penghasilan, mereka diharapkan tidak lagi merasa berat untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui infak, sedekah maupun zakat.

Konsep tersebut, kata dia, dimulai dari learning to know, kemudian learning to do, hingga learning to be. Anak bukan hanya mengetahui bahwa infak merupakan ajaran agama, tetapi juga mempraktikkannya secara rutin sampai akhirnya menjadi karakter.

BAZNAS juga ingin mengubah kebiasaan infak di sekolah yang sebelumnya berjalan secara parsial menjadi gerakan bersama. Guru dan orang tua pun memiliki peran penting karena anak membutuhkan lingkungan yang memberikan contoh.

“Guru juga harus memberikan contoh sebelum anak berinfak. Ketika lingkungan pendidikan semuanya bergerak bersama, anak akan terdorong dan termotivasi,” jelasnya.

Menariknya, dana yang dihimpun tidak hanya berhenti sebagai angka dalam rekening. BAZNAS merancang sebagian dana untuk dikembalikan dan dimanfaatkan bagi kebutuhan pendidikan, terutama sarana fisik sekolah yang membutuhkan perbaikan.

Usulan bantuan berasal dari sekolah dan kemudian melalui proses rekomendasi serta telaah. Artinya, sekolah yang membutuhkan dapat diidentifikasi agar dana gotong royong tersebut benar-benar diarahkan kepada kebutuhan yang prioritas.

Sukandar menilai pola tersebut menjadi penting karena kebutuhan sarana pendidikan masih cukup besar, sementara kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan.

“Kalau infak masing-masing hanya sedikit, mungkin tidak terasa. Tetapi kalau digabung bersama-sama se-Kabupaten Subang, tentu akan menjadi kekuatan. Jadi misalkan 100 ribu nah 70 persen balikin ke sekolah 30 persennya di simpan di Baznas untuk kebutuhan membangun sekolah, " katanya Dr. Sukandar 

Karena itu, BAZNAS menyebut program tersebut bukan sekadar gerakan infak, tetapi bagian dari semangat membangun Subang bersama rakyat.

“Ini bukan sekadar slogan Ngabret. Kita ingin membuktikan gotong royong itu seperti apa. Satuan pendidikan yang selama ini bergerak sendiri-sendiri kita satukan untuk membangun Subang bersama rakyat,” pungkasnya.

Infak Goes to School Diharapkan Menjadi Investasi

Program Infak Goes to School pun diharapkan menjadi investasi karakter jangka panjang. Dari kebiasaan menyisihkan Rp1.000, BAZNAS berharap tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan terbiasa menjadi pihak yang memberi, bukan hanya menerima.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Kisah Hana Kuraki, Aktris Dewasa yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Nasional1 jam lalu
DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

DP2KBP3A Subang Susun Strategi Tekan Kekerasan terhadap Anak

Subang1 jam lalu
Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Panitia Mulai Ajukan Anggaran Penyelenggaraan Pilkades

Subang1 jam lalu
Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Sukseskan Pilkades Dengan Damai, Perangkat Desa Diimbau Jaga Netralitas

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Transportasi Menuju Kawasan Industri Subang: Akses Jalan, Tol, dan Pilihan Transportasi

Subang2 jam lalu
Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Fakta Unik di Balik Rencana Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby

Nasional3 jam lalu
Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Pekerjaan yang Dibutuhkan Kawasan Industri Subang dan Patimban, Bukan Cuma Operator Pabrik

Subang4 jam lalu
Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Beras Fortifikasi Palsu Terungkap, 25 Merek dan Selisih Harga Jadi Temuan

Nasional4 jam lalu
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Paling Ampuh dan Mudah

Lifestyle4 jam lalu
Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Zaenal Mutaqin Sebut Ruang Publik Anak Muda Subang Penting, Ini Alasannya

Subang5 jam lalu