Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tingkatkan Rata-rata Lama Sekolah, Disdikbud Subang Punya Segudang Jurus

H
HubaEditor: Huba
|03:47 WIB
Bagikan:
Tingkatkan Rata-rata Lama Sekolah, Disdikbud Subang Punya Segudang Jurus

SUBANG-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang terus berupaya meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS). 

Berdasarkan data dari Disdikbud Subang, Rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS) terus mengalami peningkatan sejak tahun 2019 sampai dengan 2023. 

RLS adalah jumlah tahun yang ditempuh oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal yang dihitung untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas.  

Sedangkan HLS adalah perkiraan lama sekolah yang diharapkan akan ditempuh oleh anak pada usia tertentu di masa depan yang dihitung untuk anak usia 7 tahun ke atas.  

Pada tahun 2019, RLS di Kabupaten Subang di angka 6,85 tahun, sedangkan di tahun 2023 di angka 7,45 tahun. 

Sementara untuk HLS tahun 2019 berada di angka 11,69 tahun, sedangkan pada tahun 2023 mengalami peningkatan di angka 11,91 tahun. 

Angka RLS memiliki gap dengan HLS sebesar 4,46 tahun yang artinya terdapat kesenjangan yang cukup besar antara RLS dan HLS di Kabupaten Subang. 

Berangkat dari permasalahan tersebut, Pemda Subang perlu melakukan upaya untuk meningkatkan RLS. Sebab, semakin tinggi RLS, semakin tinggi pula potensi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini karena HLS dan RLS merupakan komponen dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).  

Kasi Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Disdikbud Subang, Sutanto mengatakan, target RLS adalah berdasarkan wajib belajar pendidikan dasar sesuai dengan RUU Sisdiknas. 

"Targetnya sebenarnya jelas wajib belajar pendidikan dasar saat ini yaitu 12 tahun, bahkan direncanakan 13 tahun terhitung dari TK/PAUD," ucapnya. 

Ia mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan RLS adalah dengan melalui penguatan pendidikan kesetaraan, sebab pendidikan kesetaraan dapat memberikan kesempatan kepada warga untuk mengenyam pendidikan dasar dan menengah. 

Disdikbud sendiri telah melakukan beberapa upaya untuk mengoptimalkan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Subang. Seperti memaksimalkan BOSP DAK Non Fisik untuk mendukung biaya operasional pendidikan kesetaraan, melaksanakan program pendidikan kesetaraan per desa 5 orang.

Kemudian, pemutakhiran data yang terstruktur, penatausahaan ijazah yang baik, koordinasi dengan pihak pesantren yang ada di wilayah Subang, berkoordinasi dengan Disdukcapil berkaitan dengan data kependidikan yang terintegrasi dengan data kependudukan.

Lalu melakukan sosialisasi pendidikan kesetaraan, melaksanakan sosialisasi dan implementasi pra sekolah 1 tahun, yang berindikasi terhadap perhitungan IKU pada bidang pendidikan dan terlibat dalam Musrenbang untuk merumuskan kebijakan pendidikan kesetaraan.

Upaya Peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah 

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS)

  - 2019: 6,85 tahun  

  - 2023: 7,45 tahun  

Harapan Lama Sekolah (HLS)

  - 2019: 11,69 tahun  

  - 2023: 11,91 tahun  

Manfaat Peningkatan RLS

- Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  

- Mengurangi kesenjangan pendidikan

- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Upaya Optimalkan Pendidikan Kesetaraan di Subang

1. Memaksimalkan BOSP DAK Non Fisik untuk mendukung biaya operasional pendidikan kesetaraan

2. Melaksanakan program pendidikan kesetaraan per desa 5 orang

3. Pemutakhiran data yang terstruktur

4. Penatausahaan ijazah yang baik

5. Koordinasi dengan pihak pesantren yang ada di wilayah Subang

6. Berkoordinasi dengan Disdukcapil berkaitan dengan data kependidikan yang terintegrasi dengan data kependudukan

7. Melakukan sosialisasi pendidikan kesetaraan

8. Melaksanakan sosialisasi dan implementasi pra sekolah 1 tahun, yang berindikasi terhadap perhitungan IKU pada bidang pendidikan

9. Terlibat dalam Musrenbang untuk merumuskan kebijakan pendidikan kesetaraan. (fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Mengenal Desa Sawangan Kabupaten Subang, Kini jadi Kawasan Industri Baru di Jawa Barat

Subang34 menit lalu
Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional10 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional11 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang12 jam lalu
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang12 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle12 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang12 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang12 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional12 jam lalu