Wabup Agus Masykur Ingatkan Persatuan Warga Jelang Pilkades di Subang

SUBANG-Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkades di Subang.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur saat menghadiri Hari Krida Pertanian sekaligus peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dikemas melalui Festival Rangkul Lembur “Gelar Pakaya” tersebut berlangsung meriah. Beragam kegiatan digelar, mulai dari khitanan massal, penanaman pohon, pagelaran budaya, Maulid Nabi, hingga wayang golek. Festival juga menampilkan produk UMKM serta hasil pertanian masyarakat setempat.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, perhatian Kang Akur tertuju pada pentingnya menjaga kekompakan warga, terutama karena Desa Curugrendeng menjadi salah satu desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Jalancagak dan akan menghadapi momentum Pilkades.
Kang Akur menilai kekompakan masyarakat yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi perbedaan pilihan politik di tingkat desa.
Ia meminta masyarakat tidak menjadikan Pilkades sebagai alasan untuk memutus tali silaturahmi maupun memicu perselisihan antarwarga.
“Kepada seluruh desa, saya mengimbau untuk jaga kesatuan, guyub. Perbedaan bukan untuk perselisihan, siapapun yang terpilih, ia adalah yang terbaik,” ujar Kang Akur.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah bagaimana masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan menerima hasil pemilihan dengan dewasa.
Pesan tersebut dinilai relevan mengingat dinamika Pilkades kerap membuat masyarakat terpolarisasi akibat perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa. Karena itu, Kang Akur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kepentingan desa dibandingkan kepentingan kelompok atau pilihan politik masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, Kang Akur juga mengapresiasi semangat gotong royong warga Curugrendeng. Ia menilai tradisi berbagi hasil pertanian yang dilakukan masyarakat menjadi gambaran kuatnya kepedulian sosial di tengah warga.
“Ini bukti bahwa warga Curugrendeng, para agnia, atau orang-orang yang berkecukupan secara materi, sadar ada hak-hak orang lain di dalamnya. Dari hasil yang nampak, Curugrendeng subur makmur,” katanya.
Sementara itu, Fauzi Awallydin selaku panitia penyelenggara menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan gotong royong masyarakat Curugrendeng.
Salah satu tradisi yang ditampilkan adalah pengumpulan hasil pertanian warga yang digantungkan pada Kaca-kaca, yakni rangkaian bambu yang digunakan sebagai tempat menyajikan hasil bumi. Hasil pertanian tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat di luar Desa Curugrendeng. (cdp/ysp)
