Wujudkan Kemandirian dalam Tanggulangi Pengangguran, Pemuda Desa Bojong Tengah Kecamatan Pusakajaya Budidaya Ayam Petelur

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemuda sebagai tulang punggung sebuah bangsa hendaklah memiliki semangat juang yang tinggi agar dalam kehidupan bermasyarakat, pemuda dapat berdiri dengan tegak, kokoh dan memiliki kemandirian terutama dalam memajukan lingkungan masyarakat sekitar.Demikian pula yang seharusnya dikondisikan oleh pemuda yang ada di Desa Bojong Tengah, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang.
Namun, sebagaimana umumnya kehidupan masyarakat pedesaan yang memiliki profesi sebagai petani maupun kegiatan beternak secara tradisional pasti dihadapkan pada musim paceklik sehingga dapat menciptakan pengangguran musiman (siklis) yang berdampak negatif kepada masyarakat, baik berupa kerumunan warga yang tidak produktif, kerawanan sosial, terjadinya gesekan warga bahkan menimbulkan budaya urbanisasi.
Berdasarkan fenomena tersebut, diperlukan sebuah solusi untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan memiliki kemandirian memajukan lingkungan sekitar khususnya kemandirian ekonomi melalui sebuah aktivitas sebagai stimulus seperti program pengabdian masyarakat sebagaimana yang dimplementasikan oleh Dosen Universitas Esa Unggul.
Program pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh Dosen Universitas Esa Unggul dengan ketua Amo Sugiharto, SE. MM., beranggotakan Ir. Fachmi Tamzil, MM, dan Heriyanti, S.T.,M.Ikom diarahkan untuk kelompok pemuda Desa Bojong Tengah RT.09 RW. 02, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang sebagai realisasi program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemdiksaintek Tahun Anggaran 2025, dilaksanakan mulai 2 Agustus 2025 dan berakhir Desember 2025.
Program ini lebih menekankan kepada aspek pemberdayaan, peran aktif mitra dalam menjalankan program serta disesuaikan dengan karakteristik/tradisi dari mitra yang berlangsung sejak dahulu di masyarakat pedesaan, oleh karena itu metode pengabdian yang digunakan merupakan penelitian berbasis komunitas (Community-Based Research-CBR) melalui kegiatan budidaya ayam petelur.
Program ini dirancang melalui serangkaian tahapan yang terdiri dari dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi dan pendampingan, dan keberlanjutan program, sehingga dengan program pemberdayaan yang diberikan diharapkan kelompok pemuda dapat produktif, mandiri dalam bidang ekonomi, serta memiliki pengetahuan maupun keterampilan dalam melakukan budidaya ayam petelur.
Selain itu, program ini dapat mewujudkan swasembada pangan sebagai cita-cita seluruh bangsa untuk memiliki kemandirian pangan melalui kegiatan budidaya ayam petelur, pemuda memiliki modal potensial sebagai pemasok kebutuhan telur di lingkungan sekitar meskipun masih dalam jumlah yang terbatas, tapi dapat memberi solusi kepada lingkungan untuk memperoleh telur dengan cara yang mudah dijangkau, mudah diperoleh, dan harga yang lebih bersaing dibanding harga pasar. (hba/adv)
