27 Kesenian Jawa Barat Tampil di Kirab Sumedang 2026, Bukti Nyata Pelestarian Sumedang Budaya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Keberhasilan pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang menjadi sorotan luas. Acara yang digelar pada Sabtu malam lalu ini dinilai sebagai awal yang kuat menuju Kirab Sumedang 2026 yang lebih besar dan meriah.
Berbeda dengan kirab budaya biasa, Kirab Sumedang 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi agenda budaya unggulan Jawa Barat yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memimpin langsung iring-iringan berkuda menyatakan bahwa kirab ini harus dijadikan tradisi tetap sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan Sumedang Budaya.
“Kirab Sumedang 2026 harus lebih besar. Kita ingin menjadikannya sebagai event budaya berkelas yang tidak hanya dirayakan masyarakat Sumedang, tapi juga menjadi daya tarik wisata Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi.
Kirab yang mengusung tema Binokasih Mulang Salaka ini berhasil menghadirkan 27 kesenian tradisional dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab dari Gedung Negara Sumedang menuju pusat pemerintahan.
Keberhasilan acara perdana ini menjadi modal penting bagi penyelenggaraan Kirab Sumedang 2026 yang direncanakan lebih megah.
Bupati Sumedang bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang menyambut baik antusiasme masyarakat.
Menurut mereka, Kirab Sumedang 2026 akan dikemas lebih profesional dengan melibatkan lebih banyak elemen, termasuk pertunjukan seni malam hari, pameran UMKM produk budaya, dan workshop pelestarian budaya Sunda.
Harapan Pemkab di Acara Kirab Sumedang 2026
Salah satu harapan besar dari Kirab Sumedang 2026 adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
Para pelaku seni, pengrajin, dan pelaku usaha kecil diharapkan bisa mendapat manfaat ekonomi dari event budaya ini.
Selain itu, Kirab Sumedang 2026 juga diharapkan dapat memperkuat identitas Sumedang sebagai salah satu pusat kebudayaan Sunda yang autentik.
Berbagai kalangan menyambut positif rencana ini. Tokoh masyarakat dan seniman tradisional Sumedang menyatakan siap mendukung penuh penyelenggaraan Kirab Sumedang 2026.
Mereka berharap event ini tidak hanya sekadar kirab biasa, melainkan menjadi festival budaya yang utuh dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah menyiapkan strategi jangka panjang agar Kirab Sumedang 2026 bisa masuk dalam kalender event nasional.
Langkah ini diharapkan akan membawa dampak positif terhadap sektor pariwisata, pendidikan budaya, serta pembangunan karakter generasi muda yang semakin mencintai warisan leluhur.
Dengan semangat yang ditunjukkan pada pelaksanaan perdana kemarin, Kirab Sumedang 2026 diyakini akan menjadi salah satu event budaya paling dinanti di Jawa Barat.
Acara ini bukan hanya tentang nostalgia sejarah Kerajaan Padjadjaran, tetapi juga tentang membangun masa depan budaya yang lebih gemilang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang pun membuka pintu lebar bagi partisipasi masyarakat, komunitas seni, dan sponsor untuk ikut menyukseskan Kirab Sumedang 2026. Semua elemen diharapkan bersinergi agar event ini menjadi kebanggaan bersama dan warisan berharga bagi generasi mendatang.
