Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa Itu Tradisi Munggahan Sebelum Puasa? Makna, Sejarah, dan Ragam Kegiatannya di Jawa Barat

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|15:05 WIB
Bagikan:
Apa Itu Tradisi Munggahan Sebelum Puasa? Makna, Sejarah, dan Ragam Kegiatannya di Jawa Barat
Apa Itu Tradisi Munggahan Sebelum Puasa? Makna, Sejarah, dan Ragam Kegiatannya di Jawa Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Setiap kali kalender mendekati bulan Ramadan, suasana perkampungan terutama di wilayah Jawa Barat—mendadak terasa berbeda.

Dapur-dapur mengepul dengan aroma nasi liwet, suara tawa keluarga pecah di teras rumah, dan area pemakaman dipadati peziarah.

Fenomena ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari warisan budaya yang dikenal dengan tradisi munggahan.

Lantas, apa itu tradisi munggahan sebelum puasa? Mengapa momen ini terasa begitu penting hingga seolah menjadi “ritual wajib” bagi banyak keluarga?

Makna Filosofis di Balik Kata Munggahan

Secara etimologis, kata munggahan berasal dari bahasa Sunda, yakni “unggah” yang berarti “naik”. Namun maknanya tidak sesederhana itu.

Dalam konteks spiritual, munggahan melambangkan proses “naik derajat” perpindahan dari bulan Sya’ban menuju bulan suci Ramadan yang diyakini memiliki kemuliaan lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Artinya, sebelum memasuki bulan penuh ampunan, masyarakat merasa perlu mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Bukan hanya soal fisik, tetapi juga kebersihan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat niat ibadah.

Karena itu, tradisi munggahan sebelum puasa bukan sekadar acara makan-makan, melainkan simbol kesiapan spiritual untuk menyambut Ramadan dengan kondisi terbaik.

Kapan Tradisi Munggahan Dilaksanakan?

Biasanya, munggahan dilakukan pada akhir bulan Sya’ban, satu atau dua hari sebelum puasa dimulai. Namun dalam praktiknya, sebagian orang sudah memulainya sejak sepekan sebelumnya.

Terutama bagi para perantau, munggahan sering menjadi alasan untuk pulang lebih awal atau “mudik dini” agar bisa berkumpul dengan keluarga sebelum memasuki bulan suci.

Momentum ini pun berubah menjadi ajang silaturahmi besar-besaran, menyatukan anggota keluarga yang lama terpisah jarak dan kesibukan.

Ragam Kegiatan dalam Tradisi Munggahan

Setiap daerah atau keluarga memiliki cara berbeda dalam menjalankan munggahan. Namun, ada beberapa kegiatan yang hampir selalu dilakukan:

1. Makan Bersama Keluarga

Biasanya digelar sederhana di rumah atau di alam terbuka. Menu khas seperti nasi liwet, ayam bakar, lalapan, hingga sambal dadak menjadi hidangan favorit. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sebelum memasuki bulan puasa.

2. Ziarah Kubur

Banyak keluarga menyempatkan diri mengunjungi makam orang tua atau leluhur untuk mendoakan mereka. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan kehidupan akhirat.

3. Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Sebelum Ramadan, masyarakat saling berkunjung untuk meminta maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi selama setahun terakhir. Tujuannya jelas: memasuki bulan suci dengan hati yang bersih.

4. Pengajian atau Doa Bersama

Di beberapa daerah, munggahan juga diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembacaan doa, atau tausiyah sebagai bentuk penguatan iman.

Mengapa Tradisi Ini Tetap Bertahan?

Di tengah gempuran gaya hidup digital dan kesibukan modern, munggahan tetap eksis dan bahkan terasa semakin relevan.

Alasannya sederhana manusia membutuhkan koneksi nyata.

Tradisi munggahan sebelum puasa menjadi alasan paling logis untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menatap wajah orang-orang tercinta, dan menguatkan kembali makna kebersamaan.

Lebih dari sekadar tradisi, munggahan adalah jembatan emosional dan spiritual menghubungkan masa lalu, masa kini, dan harapan di bulan Ramadan yang akan datang.

Karena pada akhirnya, menyambut Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kesiapan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional1 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional1 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang3 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat3 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang4 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle5 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle6 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle6 jam lalu