Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Banjir Bandang di Pemukiman Nyalindung KBB sebabkan Rumah Rusak Berat

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|13:02 WIB
Bagikan:
Banjir Bandang di Pemukiman Nyalindung KBB sebabkan Rumah Rusak Berat
Banjir Bandang di Pemukiman Nyalindung KBB sebabkan Rumah Rusak Berat (Image From: Jabar Ekspres)

PASUNDAN EKSPRES - Banjir bandang di pemukiman Nyalindung KBB menyebabkan rumah rusak berat. Pada dini hari Rabu, (27/3/2024), banjir bandang telah melanda Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga menyebabkan kerusakan parah pada 15 rumah.

Selain merusak 15 rumah, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada akses antar kampung, di mana satu jembatan putus dan dua jembatan lainnya mengalami kerusakan parah.

Banjir Bandang di Pemukiman Nyalindung KBB 

Menurut Sekretaris Desa Nyalindung, Asep Hidayat, banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah kawasan tersebut diterjang hujan dengan intensitas tinggi.

“Hujan kurang lebih satu setengah jam tanpa henti mengakibatkan banjir bandang,” kata Asep, dilansir Jabar Ekspres, Kamis (28/3/2024). 

Menurut Asep, banjir bandang terjadi karena meluapnya Sungai Cimeta. Selain banjir, lumpur juga menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air antara 40 hingga 70 centimeter.

BACA JUGA: Rangkuman Kronologi Lengkap Kasus di Subang Dari Kejadian Awal Hingga Sidang Perdana yang di Selengarakan Hari Ini.

BACA JUGA: Kisah Yosef Terduga Pelaku Pembunuhan Tragis di Jalan Cagak Subang, Kini Mulai Persidangan Pertamanya!

Air tiba-tiba masuk ke pemukiman saat warga sedang mempersiapkan makanan untuk sahur. Ia juga mengungkapkan bahwa tiga wilayah RW yang terdampak adalah RW 13, 03, dan RW 14. 

Dalam kejadian ini, kantor desa Nyalindung telah melakukan pemetaan terkait kerusakan yang diakibatkan oleh banjir. Pemetaan tersebut mencakup kerusakan pada pemukiman warga, fasilitas umum seperti jembatan, dan juga meliputi satu sekolah yaitu SDN Nyalindung.

"Total ada 15 rumah yang terdampak, tersebar di 3 RW. Rata-rata tembok jebol akibat air dan membawa sampah serta lumpur," jelasnya.

Berdasarkan penilaian sementara, banjir berdampak pada 30 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Mayoritas rumah yang mengalami kerusakan parah merupakan hunian yang berada dekat dengan Sungai Cimeta. Selain itu, terdapat jembatan yang terputus karena tergerus oleh arus sungai di Kampung Guha Mulaya, RT 02 RW 14. 

"Imbas jembatan terputus warga harus memutar jalan sekitar 3 kilometer. Selain satu jembatan putus, dua jebatan lain di Kampung Cibarengkok RW 13 dan Kampung Tonjong RW 02 rusak berat, pondasinya tergerus, tapi masih bisa dilewati cuma sangat rawan," tambahnya. 

Asep menjelaskan bahwa banjir bandang yang disebabkan oleh Sungai Cimeta memang sering terjadi setiap 5 tahun sekali.

Namun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, banjir kali ini dianggap sebagai yang paling parah karena debit air yang lebih besar dan dampaknya yang lebih meluas.

Sementara itu, Imas yang merupakan salah satu warga yang terdampak banjir mengungkapkan bahwa air banjir masuk ke dalam rumahnya dengan ketinggian mencapai 80 centimeter. 

Melihat situasi tersebut, semua penghuni rumah dievakuasi ke lokasi yang aman. Beberapa barang elektronik berhasil dipindahkan, namun karena permukaan air banjir naik dengan cepat, barang-barang tersebut tidak dapat diselamatkan.

(ipa)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle11 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga20 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu