Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BUMD Subang Energi Abadi Langsung Surati Pelanggan Jargas, Buntut Ledakan di Sumur Gas Pertamina Cidahu

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|09:26 WIB
Bagikan:
BUMD Subang Energi Abadi Langsung Surati Pelanggan Jargas, Buntut Ledakan di Sumur Gas Pertamina Cidahu
Surat dari Subang Energi Abadi tentang pemberitahuan penutupan sementara jaringan gas rumah tangga.

SUBANG-BUMD Subang Energi Abadi selaku mitra Pertamina membenarkan adanya pemutusan sementara jargas. BUMD itu telah menyebarkan informasi tersebut kepada pelanggan jargas di Subang.

Informasi resmi dari Subang Energi Abada itu disampaikan dalam surat resmi Nomor: 133/SE-JARGAS/01.MG/VIII/2025 tentang Pemberitahuan Penutupan Sementara Jaringan Gas Rumah Tangga. Surat itu ditandatangani oleh Guntur Setiawan selaku Direktur Utama PT Subang Energi Abadi pada 5 Agustus 2025.

"Diberitahukan bahwa telah terjadi insiden di Stasiun Pengumpul (SP) PT Pertamina EP di Cidahu pada hari Selasa pagi 5 Agustus 2025, dan mempertimbangan aspek keselamatan, maka dengan ini diinformasikan Aliran Gas ke Rumah tangga untuk sementara ditutup," bunyi surat tersebut.

Dalam surat itu tidak dijelaskan, kapan aliran gas akan kembali normal. 

Diketahui, jargas merupakan program pemerintah yang awalnya untuk mengurangi subsidi LPG. "Karena di Indonesia ini sumber gas alamnya banyak, itu menjadi salah satu alternatif mengurangi subsidi LPG," ungkap Direktur Operasional BUMD PT Subang Energi Abadi Ahmad Mudofir kepada Pasundan Ekspres, Selasa (10/9/2024) lalu. 

Ia mengatakan, Kabupaten Subang pertama mendapatkan alokasi Jargas pada tahun 2013 yang dibangunkan melalui APBN sebanyak 4000 sambungan rumah. 

"Akan tetapi, Jargas tersebut, baru termanfaat setelah empat tahun berikutnya, yaitu di bulan Maret 2017. Itu meliputi Kecamatan Pagaden Barat dan Kecamatan Subang, karena itu yang paling dekat dengan Stasiun Pengumpul Pertamina," ucapnya. 

Selanjutnya, Mudofir mengatakan Subang kembali mendapatkan alokasi Jargas pada tahun 2021 sebanyak 5.888 sambungan rumah. 

"Totalnya sampai hari ini, kami mengelola sesuai dengan penugasan dari Pertamina adalah sebanyak 9.888 sambungan rumah," ucapnya. Meskipun demikian, dari 9.888 sambungan rumah tersebut tidak semuanya aktif. 

Pihak, Pertamina untuk sementara telah memutus aliran gas melalui jaringan gas (jargas) rumah tangga. Pemutusan itu dampak dari ledakan di sumur gas Pertamina Cidahu Subang pada Selasa (5/8/2025) sekitar pukul 4.20 WIB. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Senior Field Manager Pertamina EP Subang Field Ndirga Andri pada Selasa pagi (5/8/2025). Dia memberikan keterangan kepada awak media bersama dengan Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono.

Pihak Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan ini, termasuk berdampak pada pemutusan sementara jargas. 

Diketahui, jargas tersebut dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar sumur gas Pertamina Cidahu. Seperti warga Dangdeur yang turut manfaat dari keberadaan jargas tersebut.

Diketahui ledakan sumur gas itu membuat warga sekitar Pertamina Cidahu Subang panik.

Menurut keterangan warga setempat, sebelumnya terdengar suara gemuruh besar yang mengagetkan warga. 

"Ada suara gemuruh tapi kok lama kurang lebih 10 menit. Saya keluar suara mencari tahu sumber suara, itu masih terdengar. Ternyata arahnya sebelah utara," ucap Derli, salah satu warga setempat. 

Setelah keluar rumah, dirinya mendapati ledakan yang cukup besar di area SP Pertamina Cidahu tersebut. 

"Makin lama agak besar lalu ada suara ledakan cukup besar dan ada semburan api," ucapnya. 

Ia mengatakan, tak lama setelah itu suara gemuruh hilang. Kemudian terlihat api membumbung tinggi ke atas.  

Setelah ledakan itu terjadi, terpantau sejumlah aparat polisi dan TNI merapat menuju SP Pertamina Cidahu. Warga diimbau untuk tidak mendekat ke lokasi. 

Damkar juga terlihat terus berdatangan hingga pukul 06.30 WIB untuk melakukan penyelamatan dan pemadaman. 

Akibat ledakan di sumur gas Pertamina Cidahu Subang memakan dua korban luka bakar. Diketahui korban tengah bekerja saat ledakan yang terjadi pada Selasa (5/8/2025) sekitar pukul 4.20 WIB. 

Korban tersebut dibawa ke Rumah Sakit Hamori. Pihak rumah sakit tersebut membenarkan ada korban dari ledakan tersebut.

"Terdapat dua orang korban luka bakar berat, sekarang rencana akan dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina," ungkap Humas Rumah Sakit Hamori, Muhamad Dwi Fadilah kepada Pasundan Ekspres.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline4 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat5 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta5 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle6 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang6 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta6 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta6 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang6 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang6 jam lalu