Dedi Mulyadi Dorong Pernikahan Sederhana, Siapkan Surat Edaran untuk Generasi Muda

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) yang berisi imbauan kepada generasi muda agar tidak memaksakan menggelar pesta pernikahan ketika kondisi ekonomi orangtua tidak mencukupi.
Ia menilai, memilih konsep sederhana jauh lebih bijak dibanding harus menanggung beban finansial besar hanya demi memenuhi tuntutan gengsi sosial.
Dalam pidatonya pada acara Dies Natalis di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Rabu (8/4/2026), Dedi membagikan pengalaman pribadinya saat menikah. Ia mengaku membiayai pernikahannya sendiri tanpa bergantung pada pihak keluarga perempuan.
Ia memilih melaksanakan akad pada pagi hari dan mengadakan syukuran sederhana di rumah dengan hidangan khas Sunda. Sementara itu, uang dari amplop pernikahan dimanfaatkan sebagai modal usaha.
Menurutnya, pola seperti ini patut dijadikan contoh oleh generasi muda saat ini, khususnya generasi Z. Ia menegaskan bahwa kemewahan dalam pernikahan tidak menjamin kebahagiaan, bahkan kerap berujung pada kerugian secara finansial.
"Sudahlah, anak-anak Gen Z ini, yang sekarang mau nikah, kalau orangtuanya tidak mampu tidak perlu memaksakan hajatan, enggak usah," ujarnya.
Selain itu, Dedi juga menyoroti praktik pernikahan yang bersifat transaksional di wilayah Jawa Barat. Ia menilai fenomena tersebut muncul akibat budaya gengsi yang masih kuat, yang ia sebut dengan istilah “kajeun teuing tekor asal sor,” yaitu lebih mengutamakan penampilan dibanding kondisi ekonomi.
Ia menekankan bahwa perubahan pola pikir sangat diperlukan agar masyarakat dapat lebih memprioritaskan pendidikan anak dibandingkan penyelenggaraan pesta pernikahan.
"Orang tua seharusnya mementingkan anak-anaknya sekolah, karena pendidikan tidak melihat kaya atau miskin," ujar Dedi Mulyadi.
Ia juga menambahkan bahwa anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang untuk menempuh pendidikan, selama memiliki kemauan. Bahkan, menurutnya, ada berbagai cara kreatif yang bisa dilakukan, seperti membantu aktivitas di kampus atau masjid untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui rencana Surat Edaran ini, Dedi berharap generasi muda dapat lebih bijak dalam merencanakan pernikahan, menghindari risiko finansial yang tidak perlu, serta lebih fokus membangun masa depan yang stabil melalui pendidikan.
