Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

DPRD Kuningan Banjir Kritikan, Erix Exvrayanto Pinta Anggota Dewan Introspeksi dengan Filosofi "Gasing" dan Teladani Pejabat Swedia

D
DedeEditor: Indrawan Setiadi
|16:53 WIB
Bagikan:
DPRD Kuningan Banjir Kritikan, Erix Exvrayanto Pinta Anggota Dewan Introspeksi dengan Filosofi "Gasing" dan Teladani Pejabat Swedia
Foto bersama ssetelah melakukan diskusi publik (Foto: Dok. Dede SM)

Kuningan - Forum diskusi publik "WarungRakyat" yang diadakan pada Sabtu, 20 September 2025, menjadisorotan tajam bagi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan.

Di tengah gelombang kritik yang deras, moderator diskusi, jurnalis Erix Exvrayanto, memberikanmasukan yang mendalam dengan dua analogi sebagaimana hasilia mencermati hasil diskusi.

Yakni, filosofi "gasing penghapus" dan perbandingan dengan model kesederhanaan para pejabat di Swedia.

Diskusi ini menghadirkan langsung Ketua DPRD KuninganNuzul Rachdy dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Deni Hamdani sebagai pemantik utama.

Turut hadir pula sejumlah perwakilanfraksi DPRD, yakni Rana Suparman (PDIP), Harnida Darius (Golkar), H. Uba Subari (PAN & NasDem), H. Ghozali (PKB), serta Ali Akbar (PPP). Sementara itu, fraksi Gerindra dan PKS memilih tidak mengirimkan perwakilan.

Serta, tiga panelis dengan latar belakang berbeda: Sujarwo alias Mang Ewo dari kalangan pengamat, Dede Awaludin (Delon) Sekretaris ICMI Orda Kuningan, dan Agi Rahaden Danu, perwakilan aktivis muda.

Adapun audiens, terdiri dariperwakilan BEM kampus se-Kabupaten Kuningan, perwakilanorganisasi mahasiswa, kepemudaan, dan tokoh masyarakat.

Jalannya diskusi penuh sorotan kritis, terutama terkait isutunjangan anggota dewan yang dinilai fantastis di saat rakyat kecil menghadapi kesulitan ekonomi.

Masukan juga datang darikalangan mahasiswa, pengamat, dan aktivis yang menyorotiminimnya transparansi, lemahnya fungsi pengawasan, dan ketidaksesuaian implementasi Peraturan Daerah (Perda) di lapangan.

Makna Gasing Penghapus: Keseimbangan, Transparansi, dan Keberanian Mengakui Kesalahan

Sebelumnya, Erix Exvrayanto menyoroti kritik audiens yang mendesak DPRD agar tidak hanya fokus pada kepentinganbirokrasi—bukan sekadar memikirkan tunjangan anggota dewan dan ASN semata, tetapi juga memperhatikan nasib petani, pekerja swasta (buruh), pengangguran, dan masyarakat miskin.

Untuk mengajak para pejabat berintrospeksi, Erix mengibaratkan para anggota dewan harus belajar dari fenomenamainan anak-anak yang tengah gandrung di lingkungan anakSD, yaitu “gasing penghapus.”

Erix menjelaskan bahwa makna filosofis "gasing" berpusat pada keseimbangan hidup. Gasing harus berputar agar tidak jatuh, mengajarkan nilai-nilai kesetaraan dan transparansi. Posisitertinggi ("Raja Gasing") hanya dapat dicapai melaluiketerampilan, bukan nepotisme.

Sementara itu, makna"penghapus" menekankan keberanian untuk mengakui dan menghapus kesalahan sebagai langkah penting menujuperbaikan diri. Analogi ini menjadi pesan kuat bagi DPRD Kuningan untuk berani mengevaluasi diri, mengakuikekurangan, dan memperbaiki kinerja.

Analogi lain yang diterangkan Erix Exvrayanto, "hekter" (stapler) adalah alat untuk menyatukan. Dan, "paku payung" untuk penyeimbang serta menutupi kebocoran. Ia menyiratkanagar para pejabat tidak hanya sibuk "menyatukan" atau"menutupi" permasalahan, tetapi berani "menghapus" kesalahanyang sudah terjadi untuk lantas berubah menjadi ke arah lebihbaik.

Belajar dari Swedia: Pejabat Tanpa Fasilitas Mewah, Rakyat Taat Pajak

Selain itu, Erix Exvrayanto juga mengajak para pejabatKuningan untuk belajar dari model pejabat di Swedia. Menurutnya, negara tersebut berhasil membangun kepercayaanpublik dan meningkatkan ketaatan pajak masyarakatnya karenapara pejabatnya tidak banyak menikmati fasilitas dan tunjanganmewah. Studi tentang sistem pemerintahan di Swediamenunjukkan bahwa:

Hidup Sejajar dengan Rakyat: Pejabat Swedia, termasukmenteri dan anggota parlemen, tidak memiliki mobil dinasatau sopir pribadi. Mereka sehari-hari bepergianmenggunakan transportasi umum, seperti bus dan kereta, sama seperti rakyat biasa yang mereka wakili.
 
Gaji Modest dan Tidak Ada Privilese: Selain perdanamenteri, para pejabat lainnya hidup sangat sederhana. Gajimereka dianggap wajar, tidak jauh berbeda dari pekerjaprofesional lainnya. Mereka juga tidak menerima tunjanganyang berlebihan, bahkan apartemen yang mereka tinggali di ibukota sering kali berukuran kecil dan sederhana.
 
Transparansi dan Akuntabilitas: Setiap pengeluaranpejabat bisa dilacak oleh publik, termasuk tiket pesawatyang hanya diperbolehkan untuk kelas ekonomi. Budaya inimenanamkan kesadaran bahwa mereka adalah pelayanpublik yang hidup dari pajak rakyat, sehingga tidak pantasuntuk diistimewakan.

Erix berharap, dengan mencontoh sistem seperti ini, pejabatKuningan bisa memangkas tunjangan dan fasilitas yang tidakrelevan, sehingga anggaran bisa dialokasikan untukkesejahteraan masyarakat. "Ketika rakyat melihat pejabatnyahidup sederhana dan bekerja keras, mereka akan lebih relamembayar pajak karena merasa uang mereka kembali dalambentuk pelayanan publik yang lebih baik," tegasnya.

Menanggapi berbagai masukan, Ketua DPRD Nuzul Rachdymenyatakan kesiapan untuk dievaluasi, termasuk soal tunjangan. Ia menekankan bahwa semua harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, tantangan terbesar bagi DPRD Kuninganadalah membuktikan bahwa mereka dapat berintrospeksi, mengakui kesalahan, dan meneladani nilai-nilai sederhana demi membangun kepercayaan publik yang lebih kuat.

Berita Terbaru

Korupsi Dana Hibah Pendidikan BPMU di Subang Terbongkar, Ini Peran Tiga Tersangkanya

Korupsi Dana Hibah Pendidikan BPMU di Subang Terbongkar, Ini Peran Tiga Tersangkanya

Nasional4 menit lalu
SMP IT Al-Majid Subang Buka SPMB, Anak Yatim Berprestasi Berpeluang Sekolah Gratis hingga Kelas IX

SMP IT Al-Majid Subang Buka SPMB, Anak Yatim Berprestasi Berpeluang Sekolah Gratis hingga Kelas IX

Subang8 menit lalu
Kejar Target KB Pria, DP2KBP3A Subang Hadapi Tantangan Partisipasi dan Skrining Peserta

Kejar Target KB Pria, DP2KBP3A Subang Hadapi Tantangan Partisipasi dan Skrining Peserta

Headline13 menit lalu
Kapolsek Subang Ingatkan 1.122 Siswa SMPN 6 Jauhi Tawuran, Geng Motor hingga Bullying

Kapolsek Subang Ingatkan 1.122 Siswa SMPN 6 Jauhi Tawuran, Geng Motor hingga Bullying

Subang16 menit lalu
ADVERTISEMENT
Borong 8 Medali, Cinta Violend Harumkan Subang di Kejuaraan Renang Jakarta

Borong 8 Medali, Cinta Violend Harumkan Subang di Kejuaraan Renang Jakarta

Subang22 menit lalu
Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyerangan Suporter di Kabupaten Bogor

Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyerangan Suporter di Kabupaten Bogor

Jawa Barat23 menit lalu
Mengenal Spartan BMKG, Sistem Peringatan Dini Karhutla hingga 7 Hari ke Depan

Mengenal Spartan BMKG, Sistem Peringatan Dini Karhutla hingga 7 Hari ke Depan

Nasional23 menit lalu
Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit

Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit

Purwakarta27 menit lalu
Pemkab Purwakarta Perkuat Penerapan SPIP Terintegrasi

Pemkab Purwakarta Perkuat Penerapan SPIP Terintegrasi

Purwakarta30 menit lalu
KNPI Purwakarta Usulkan Jasa Sewa Alat Berat Masuk Objek Pajak Daerah

KNPI Purwakarta Usulkan Jasa Sewa Alat Berat Masuk Objek Pajak Daerah

Headline33 menit lalu
DPRD Kuningan Banjir Kritikan, Erix Exvrayanto Pinta Anggota Dewan Introspeksi dengan Filosofi "Gasing" dan Teladani Pejabat Swedia | Pasundan Ekspres