Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Bencana di Desa Tugu Mukti, Siapkan Evakuasi Warga dan Bantuan Relokasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Bencana longsor dan banjir bandang di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus mengantisipasi potensi bencana susulan akibat curah hujan tinggi.
Dalam peninjauan itu, Gubernur menegaskan pentingnya evakuasi dini bagi warga yang tinggal di wilayah berisiko. Ia menyebut terdapat kampung lain di sekitar lokasi yang memiliki potensi bencana serupa apabila hujan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Kalau hujan terus, kampung di sebelah ini bisa mengalami kondisi yang sama. Warganya harus dievakuasi sementara demi keselamatan,” ujar Dedi di lokasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan bantuan biaya relokasi sementara bagi warga terdampak. Menurut Dedi, langkah ini lebih efektif dibandingkan menunggu bencana kembali terjadi yang justru menimbulkan kerugian lebih besar.
Selain itu, Dedi menyoroti kerusakan lingkungan sebagai salah satu penyebab utama bencana. Ia menjelaskan bahwa pembukaan lahan dan penebangan pohon di kawasan hutan menyebabkan berkurangnya daya serap tanah.
“Kalau hutan dibuka, matahari masuk dan tanah jadi kering. Saat hujan datang, air langsung masuk dan memicu longsor. Hutan itu harus rapat, tutupannya tidak boleh rusak,” jelasnya.
Dalam penanganan bencana, pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan. Upaya tersebut dinilai cukup membantu proses evakuasi dan pencarian korban. Hingga saat ini, puluhan warga telah berhasil dievakuasi, sementara pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan.
Di sela kunjungan, Gubernur Dedi Mulyadi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan langsung kepada warga dan relawan. Salah satunya bantuan dana kepada seorang pemuda relawan asal Cipada yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ngarit rumput untuk pakan ternak. Bantuan tersebut diberikan sebagai modal usaha agar korban dan relawan dapat bangkit kembali secara ekonomi pascabencana.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya selamat, tapi juga bisa kembali mandiri,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan bencana akan terus dilakukan secara terpadu, termasuk pendataan wilayah rawan, relokasi sementara warga, serta pemulihan lingkungan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
