Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ini Alasan Pemuda di Cibogo dan Padaasih Demo Vinsfast Subang, Pembina: Perusahaan Melecehkan

M
Muhammad FaisalEditor: Indrawan Setiadi
|10:01 WIB
Bagikan:
Ini Alasan Pemuda di Cibogo dan Padaasih Demo Vinsfast Subang, Pembina: Perusahaan Melecehkan
Pemuda Cibogo saat demo di PT VinFast Automobile Indonesia. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES.

PASUNDANEKSPRES.ID - Pembina Pemuda Cibogo, Dede Warman mengungkapkan alasan warga Cibogo yang melakukan aksi di PT Vinfast Subang pada Selasa (16/12/2025).

“Keluhan kami dalam hal penempatan rekrutmen tenaga kerja. Kami menilai ada diskriminasi yang dilakukan oleh pihak manajemen,” ucapnya.

Ia menilai Vinfast menyalahi komitmen awal mereka dengan memprioritaskan warga sekitar yang terdampak di Kecamatan Cibogo, terutama di Desa Cibogo dan Desa Padaasih untuk dapat bekerja di sana dengan penempatan posisi yang sesuai.

Namun, kenyataannya tenaga kerja yang disalurkan tidak sesuai dengan posisi yang sama dengan keahliannya.

“Awalnya kami memberikan 50 orang, tetapi ketika melamar ke bagian operator, lulusnya justru untuk posisi cleaning service, tidak nyambung,” ucapnya.

Menurut kesaksiannya pihak perusahaan berdalih bahwa diterima atau tidaknya seseorang adalah kewenangan dari perusahaan, sehingga hal ini pun terjadi.

“Dari 150 karyawan yang diterima, hanya 11 orang yang berasal dari Cibogo itu pun untuk posisi cleaning service. Lucunya bahkan yang lulusan S1 di alokasikan jadi cleaning service juga, yang pada akhirnya mereka mengundurkan diri,” ucapnya.

Hal ini lah yang membuat warga geram dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan Vinfast yang dinilai semena-mena sekaligus melecehkan.

Dede berpendapat apabila kompetensi masyarakat Subang memang tidak memenuhi, seharusnya diadakan pelatihan sejak lama ketika Vinfast dibangun.

“Kalau misalkan tidak sesuai dengan kualifikasi, kenapa pihak perusahaan tidak menginfokan jauh-jauh hari kepada pihak pemerintah desa untuk mengadakan pelatihan kerja, baik itu dari Disnaker maupun perusahaan sendiri, jangan seperti ini,” ucapnya.

Hal ini diperparah dengan jumlah tenaga kerja lokal yang terserap jauh lebih sedikit dari apa yang diminta oleh masyarakat sekitar yang notabene terdampak dari pembangunan perusahaan otomotif ini.

Ia mengungkapkan kesepakatan pada tahap awal penerimaan kerja lokal adalah di kisaran 1.000 orang yang terdiri dari 800 orang untuk posisi operator, dan sisanya posisi pekerjaan non skill, namun kenyataannya hanya 150 orang.

“Kalau secara spesifik dan persentase tertulis tidak, tetapi kita meminta dari 70 persen warga Subang, 40 persennya untuk warga sekitar,” ucapnya.

Ia menyayangkan masalah ini dapat terjadi, karena dirinya mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar yang terdampak perusahaan baik itu di Desa Cibogo dan Desa Padaasih terklasifikasi sebagai masyarakat rentan miskin.

“Masyarakat sekitar itu masih banyak dalam kategori rentan miskin, khususnya buruh tani yang kehilangan mata pencaharian, ini tidak menjadi concern dari perusahaan maupun pemerintah,” ucapnya.

Selain persoalan ketenagakerjaan, Dede juga mengatakan bahwa masyarakat juga geram dengan dampak lingkungan yang diberikan pabrik otomotif itu.

Oleh sebab itu, masyarakat sekitar juga marah dan mempertanyakan tanggung jawab dari pihak perusahaan tersebut.

“Mereka menggunakan jalan kabupaten lalu kendaraan proyeknya, kita pertanyakan rekomendasi-rekomendasi dari Pemkab , tanggung jawab perusahaan seperti apa ketika jalan itu rusak, itu kan harus ada hitam di atas putihnya,” ucapnya.

Puncaknya kegeraman masyarakat semakin besar ketika pihak Vinfast dan Disnaker dijanjikan hadir dalam dialog dengan masyarakat untuk membahas sejumlah permasalahan ini. Namun, pihak yang bersangkutan justru tidak hadir, sehingga memicu masyarakat untuk melakukan aksi.

“Minggu kemarin kita minta DPRD untuk memfasilitasi untuk memanggil Vinfast dan Disnaker. Akan tetapi, tidak terjadi yang hadir hanya kita masyarakat sekitar saja, maka dari itu kita melakukan aksi,” ucapnya.(fsh)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional2 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional2 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang4 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat4 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang5 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle6 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle7 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle7 jam lalu